Cuitan Ramai Soal Valentine Yang Diklaim ″Bukan Budaya Kita″ | Sosial | DW | 13.02.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Hari Valentine

Cuitan Ramai Soal Valentine Yang Diklaim "Bukan Budaya Kita"

Sejalan dengan semakin dekatnya Hari Valentine (14 Februari) tagar yang kerap digunakan hari ini adalah #valentinebukanbudayakita. Lalu apa yang diungkap warganet dengan tagar ini? Dan bagaimana pendapat Anda sendiri?


Menjelang 14 Februari yang di berbagai negara banyak dirayakan sebagai Hari Valentine, tagar yang banyak digunakan hari ini oleh netizen adalah #valentinebukanbudayakita. 

Todaymu.com menampilkan cuitan terkait #valentinebukanbudayakita dengan cuitan berikut:

Todaymu.com menyebut inilah "The best of #SAPAMANTAN 
 #valentinebukanbudayakita" 


Lain lagi pendapat Imanuel_rangga: "#valentinebukanbudayakita, budaya kita korupsi"


 

Ada juga yang mempertanyakan apa kaitannya coklat dengan maksiat?

Sebaliknya ada juga netizen yang berusaha memberikan tanggapan serius.

Rifaldi Wirawan mengungkap dalam cuitannya, "Ini gak penting sumpah. Biarkanlah orang bebas menyisihkan satu hari untuk orang yang di sayang. Ini bukan tentang seks bebas. Karena kalau mau ngewe, tiap hari juga bisa. Ingat! Pada awalnya Maulid Nabi juga bukan budaya kita!"


Bagaimana di manca negara? Bisa dicek di sini :

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180216191046-120-276752/ulama-sebut-tak-haram-warga-saudi-rayakan-hari-valentine


Serupa Rifaldi Wirawan, Chusnul Chotimah dalam cuitannya mengungkap:



 

Ed.: ml/ap