Corona Picu Meningkatnya Permintaan “Pelindung Droplet” Kaca Akrilik | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 12.05.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Corona Picu Meningkatnya Permintaan “Pelindung Droplet” Kaca Akrilik

Bersin dan batuk di dekat orang lain adalah hal mutlak yang harus dihindari di saat pandemi. Namun, kaca akrilik dapat membantu melindungi agar tidak terpapar virus. Perusahaan pun disibukkan dengan meningkatnya pesanan.

Selama hampir satu abad, panel-panel kaca akrilik atau plexiglass yang ringan, transparan, dan tahan perubahan cuaca telah digunakan hampir di seluruh dunia. Tetapi penulisan plexiglass dengan "ss" ganda - seperti aturan berbahasa Inggris - sebenarnya merupakan kesalahan karena Plexiglas adalah merek dagang Jerman yang terdaftar (dieja dengan "s" tunggal). Otto Röhm, seorang ahli kimia Jerman, yang menemukan kaca akrilik pada tahun 1933.

Perusahaan Röhm yang didirikan pada tahun 1905 masih beroperasi hingga hari ini dengan nama Röhm Plexiglas, dengan lokasi produksi utama terletak Weiterstadt, Jerman.

Selama pandemi COVID-19 saat ini, panel termoplastik yang dibuat di Weiterstadt dapat dijumpai di supermarket dan apotek di seluruh Jerman. CEO perusahaan, Michael Pack, mengaku perusahaannya tengah disibukkan dengan banyaknya pesanan.

"Sejak merebaknya pandemi di Jerman pada pertengahan Maret, kami dibanjiri pesanan," kata Pack kepada DW, seraya menambahkan perusahaan bekerja sepanjang waktu untuk memenuhi "permintaan jumlah besar."

Produksi  telah meningkat "lima hingga sepuluh kali lipat" sejak Maret, karena perusahaan bertujuan untuk memproduksi sebanyak mungkin Plexiglas, dengan hanya sedikit kapasitas stok yang tersisa.

Röhm Plexiglas mengoperasikan 15 fasilitas produksi di seluruh dunia, mempekerjakan sekitar 4.000 orang. Ini adalah salah satu produsen global terkemuka polimetil metakrilat (PMMA) sebagai termoplastik transparan. Pertumbuhan bisnis Plexiglas melaju cepat bahkan sebelum adanya krisis virus corona, meskipun hanya sekitar 10% dari total pendapatan perusahaan yakni € 2 miliar atau setara dengan Rp 32 triliun pada tahun 2018.

Salon dengan Plexiglas

Kaca akrilik dapat dijumpai di mana-mana

Bahan serbaguna

Belakangan ini Röhm Plexiglas mungkin mengalami masa tersibuk dalam sejarah 115 tahun berdirinya perusahaan, dengan permintaan datang dengan cepat dan pasokan bahan baku semakin lama semakin menggeliat. Tetapi tidak seperti pemain lain di industri manufaktur, yang menderita gangguan rantai pasokan global, perusahaan dapat mengandalkan aliran metil metakrilat yang stabil dari pabriknya sendiri di Worms - terletak hanya 50 kilometer dari pabrik utama Weiterstadt.

"Jaraknya dekat, juga menjaga agar jejak karbon logistik kami sangat rendah. Ini tentu saja memberi kami keunggulan dibandingkan pesaing kami saat ini, yang harus mengandalkan pengiriman dari luar negeri untuk produk hulu mereka," kata Michael Pack.

Panel dan lembaran Plexiglas dapat ditemukan di mana-mana di sekitar kita, seperti yang digunakan di industri mobil dan dirgantara, serta untuk pembuatan layar komputer, panel pelindung kebisingan lalu lintas dalam konstruksi jalan atau dalam periklanan, dan masih banyak lagi.

Objek wisata dunia laut di seluruh dunia juga menggunakan kacar akrilik untuk akuarium mereka, dan bahkan lampu belakang berlambang bendera Inggris dari mobil MINI Cooper Inggris terbuat dari termoplastik ini.

Lonjakan pesanan

Perusahaan riset AS, Adroit Market Research mengatakan bahwa sebelum adanya pandemi, prospek perusahaan kaca akrilik sangat positif.

Para analis pun meyakini, permintaan untuk kaca akrilik diperkirakan akan melonjak 6% per tahun selama lima tahun ke depan, ketika perusahaan-perusahaan berjuang untuk melindungi karyawan dari virus corona yang ditularkan melalui droplet atau cipratan cairan mulut atau hidung dari orang yang terinfeksi.

CEO Michael Pack mengharapkan permintaan akan tetap tinggi dalam jangka panjang. "Karena pembatasan (virus corona) secara bertahap melonggar di mana-mana, dengan semakin banyak toko dibuka lagi, kami mengharapkan gelombang besar pesanan kedua."

Hidup di balik kaca akrilik

Pelindung kaca akrilik dianggap sebagai perisai sederhana namun efektif terhadap infeksi. Pelindung kaca akrilik telah menjadi pemandangan umum di hampir semua bidang kehidupan publik, di mana aturan jarak sosial dua meter terkadang sulit dipertahankan setiap saat.

Pack percaya permintaan untuk ukuran yang lebih besar akan semakin meningkat karena pusat perbelanjaan menyegel seluruh area pembayaran untuk melindungi kasir mereka, dan perusahaan pun berusaha untuk menjaga alur produksi bebas kontaminasi virus.

Di Röhm Plexiglas sendiri, panel denga harga terjangkau dan mudah dipasang ini telah dipasang untuk mencegah infeksi di kalangan pekerja pabrik, sementara manajemen produksi dilakukan melalui telepon untuk "meminimalisasi kontak orang-ke-orang."

Produksi kaca akrilik Röhm Plexiglas

Produksi kaca akrilik di Röhm Plexiglas meningkat selama pandemi

Menarik minat investor

Röhm Plexiglas dimiliki oleh kelompok ekuitas swasta AS Advent International, yang membeli saham bisnis kaca akrilik pembuat bahan kimia Jerman, Evonik, dengan harga € 2,5 miliar atau setara Rp 40 triliun pada awal tahun 2019.

Perusahaan memiliki basis kuat di AS dan juga di pasar Afrika Selatan dan Cina, dengan produksi lokal yang menjamin pasokan di saat pandemi global.

"Terutama di Amerika Serikat kami saat ini mendapat banyak manfaat dari membuat bahan baku dan produk hulu di fasilitas produksi kami sendiri. Rantai pasokan kami bekerja dengan baik dengan jarak yang begitu dekat dan tanpa melintasi perbatasan," pungkas Michael Pack. (rap/pkp)

 

Laporan Pilihan