Cina dan India Tingkatkan Hubungan Perdagangan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 22.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Cina dan India Tingkatkan Hubungan Perdagangan

Untuk keuntungan kedua pihak, Cina dan India ingin melipatgandakan perdagangan sampai tahun 2010.

Presiden Cina Hu Jintao dan PM India Singh di New Delhi

Presiden Cina Hu Jintao dan PM India Singh di New Delhi

Kunjugan Hu Jintao selama empat hari adalah kunjugan pertama seorang kepala negara Cina ke negara tetangga India dalam 10 tahun terakhir. Setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Manmohan Singh di New Delhi, Presiden Cina Hu Jintao mengumumkan:

“Kedua negara telah menetapkan sebuah tujuan baru: memperbesar volume perdagangan sampai 40 milyar Dollar hingga tahun 2010. Kami telah menandatangani sebuah perjanjian untuk memajukan dan melindungi investasi. Kami juga telah memutuskan untuk mempercepat perundingan tentang perjanjian perdangan bebas.“

Terutama Cina telah berulang kali mengeluh, bahwa proyek-proyek besar di India tidak terwujud karena kekhawatiran di bidang keamanan. Dan tetap ada keraguan tentang kekuatan ekonomi Cina. Tetapi di India juga semakin banyak yang sadar, bahwa mereka akan saling mendapatkan keuntungan disaat boom ekonomi ini. Perdana Menteri India Manmohan Singh berbicara tentang perspektif yang cerah bagi perkembangan disaat bersamaan.

"Ada cukup tempat untuk kedua negara. Kami dapat saling mendukung untuk perkembangan bersama dan tetap peka terhadap kekhawatiran dan tuntutan pihak lain. Seperti layaknya tetangga dan mitra yang baik bagi keuntungan kedua belah pihak.“ Demikian dinyatakan Singh.

Tuntutan terutama muncul di wilayah perbatasan kedua negara. India ingin memiliki kembali bagian Kashmir yang diduduki Cina. Cina menuntut haknya atas negara bagian India Arunanchal Pradesh yang berbatasan dengan Tibet. Tahun 1962 pecah perang antara kedua negara karena masalah daerah perbatasan ini. Tetapi india dan Cina ingin secepatnya memecahkan masalah ini agar rintangan dalam hubungan ekonomi dapat dihilangkan. Itulah tugas bagi utusan khusus kedua negara tentang masalah perbatasan, seperti yang dijelaskan Presiden Hu.

"Kami berdua percaya, pemecahan yang cepat untuk masalah perbatasan merupakan kepentingan fundamental negara kami dan juga sebuah tujuan strategis. Kami ingin menemukan sebuah kerangka yang adil bagi kedua belah pihak, masuk akal dan dapat diterima. Sampai adanya sebuah perjanjian, kami harus mempertahankan kedamaian dan ketenangan di daerah perbatasan.“

Hu Jintao hari Senin ((20/11) lalu tiba di India dalam kunjungan kenegaraan selama empat hari. Ia terutama hendak menciptakan iklim hubungan yang kuat dan menciptakan kepercayaan antara kedua kekuatan besar ini. Tidak hanya untuk pertumbuhan eknomi. Juga secara politis kerjasama antara India dan Cina melampaui dimensi hubungan bilateral, demikian dikatakan Perdana Menteri India Manmohan Singh.

Sebuah usaha untuk mengurangi ketidakpercayaan antara kedua negara berkekuatan atom dan raksasa ekonomi. Hal ini terutama dirasakan sulit bagi India. Hu Jintao akan mengunjungi Pakistan hari Kamis (23/11) besok untuk menandatangani perjanjian perdagangan bebas dan memperkuat kerjasama nuklir. Pendekatan Cina terhadap musuh bebuyutan India, Pakistan, sama sekali tidak disukai India.

Iklan