Cina Buka Pasar untuk Bank Asing | dunia | DW | 12.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Cina Buka Pasar untuk Bank Asing

Meski mengajukan persyaratan yang tidak mudah, Cina akhirnya bersedia membuka pasarnya bagi bank asing.

Nasabah Bank Cina kini dapat melirik produk asing

Nasabah Bank Cina kini dapat melirik produk asing

Mulai tanggal 11 Desember, bank-bank internasional dapat langsung melayani nasabah pribadi Cina dengan mata uang Yuan. Layanan bank, asuransi atau kartu kredit dari institusi internasional kini dapat dinikmati nasabah Cina. Wakil Rektor sekolah bisnis internasional Shanghai International Banking and Finance Institute, Horst Löchel melihat peluang dalam dibukanya pasaran bank internasional di Cina. Löchel mengatakan:

„Keinginan untuk berubah yang dimiliki nasabah Cina sangat tinggi. Para nasabah di Cina tertarik menggunakan layanan bisnis bank asing dan mereka sudah lama curiga dengan bank dalam negeri. Mereka akan dengan cepat memakai bank asing. Tentu saja ada syaratnya, keamanan investasi mereka harus setinggi keamanan investasi yang dilakukan bank Cina. Jika sudah berjalan, saya yakin keuntungan besar akan diraih bank-bank asing.“

Regulasi baru yang disusun pemerintah Cina tidak memberikan peluang mudah bagi masuknya pasar. Bank asing harus menunjukkan modal aktif setidaknya 7,8 miliar Euro. Jika mereka ingin mendirikan anak perusahaan di Cina, mereka harus menyediakan jaminan 99 juta Euro dan hampir 10 juta Euro di tiap cabangnya.

Bank asing juga harus memenuhi syarat seperti bank Cina dalam surat pernyataan pemberian kredit. Sebuah rintangan yang terlalu tinggi? Hans Schniewind, Ketua Kamar Dagang dan Industri Jerman di Shanghai menjawab:

„Ini berarti bank harus benar-benar memikirkan tiap langkah yang akan dilakukan karena berkaitan dengan modal dan risiko yang besar.“

Menurut laporan kantor berita, baru delapan raksasa perbankan dunia yang menceburkan diri ke pasaran Cina, yaitu Citigroup dari Amerika Serikat, Mizuho Corporate Bank dari Jepang, Standard Chartered dan HSBC dari Inggris, ABN AMRO dari Belanda, DBS dari Singapura serta Hang Seng dan Bank of East Asia dari Hongkong.

Hang Seng menyatakan jaringan kantor cabang mereka akan bertambah menjadi 30 di tahun 2007. sebanyak 7 bank dari Jerman yang kini sudah menjadi rekanan perusahaan dan beroperasi di Cina dengan mata uang asing tengah menunggu keputusan perusahaan induk mereka. Pakar perbankan Löchel melihat kemungkinan lain. Löchel berujar:

„Jika Anda tidak mendirikan anak perusahaan, Anda tetap dapat melakukan bisnis investasi di sini. Misalnya berhubungan dengan nasabah yang memiliki dana investasi lebih dari satu juta yuan. Artinya jika anda hanya berhubungan dengan investor Cina maka perlindungan investasinya tidak begitu ketat. Ini dapat juga menjadi strategi bank seperti Deutsche Bank. Mereka menyetujuinya dan kami menunggu dulu bagaimana situasi yang berkembang. Kami memiliki rekanan Cina, kami berkonsentrasi hanya pada pelanggan kaya. Kami dapat melakukan bisnis korporasi perbankan tanpa harus mendirikan bank.“

Löchel memperkirakan, tanpa melewati rintangan syarat dalam pembukaan kantor cabang, bank cina dalam waktu singkat akan kalah bersaing dengan bank asing. Walau pun sebenarnya, dengan memiliki ribuan kantor cabang, bank lokal Cina lebih unggul. Pasar perekonomian Cina dalam jangka waktu tertentu dapat mejangkau tingkatan internasional.

Para pengamat yakin, setahun setelah pembukaan pasar perbankan bagi bank asing di Cina, bank asing yang kini sudah berada di Shanghai akan meraup keuntungan sampai 15 miliar Euro

Iklan