Chirac Dukung Sarkozy | Fokus | DW | 22.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Chirac Dukung Sarkozy

Persis 1,5 menit, tidak kurang, tidak lebih. Sesingkat itulah pernyataan dukungan Jacques Chirac bagi Nicolas Sarkozy, di televisi.

Nicolas Sarkozy

Nicolas Sarkozy

Pertama-tama Presiden Prancis tersebut melepas Sarkozy dari jabatan menteri dalam negeri.

"Menteri Dalam Negeri Sarkozy menyampaikan keinginan untuk meninggalkan pemerintahan pada Senin (26/03) mendatang, agar ia bisa berkosentrasi penuh pada kampanye. Saya menerimanya." Demikian Chirac dalam pidatonya.

Jabatan Sarkozy dialihkan kepada Francois Baroin, Menteri untuk Departemen Kelautan, selama minggu-minggu terakhir menjelang pemilu. Pertanyaannya, seberapa besar dukungan Chirac kepada menteri dalam negerinya yang sering tak disukai, dalam pertarungan merebut kursi kepresidenan? Jawaban Chirac kering dan singkat.

"Siapa pilihan saya pribadi, mudah saja. Lima tahun lalu saya mendirikan UMP. Partai ini sangat mendukung Sarkozy karena dedikasinya. Karnea itu, tentu saja saya juga memilih dia dan mendukungnya."

Bantuan minimal dari Chirac untuk Sarkozy. Bagaimanapun juga Sarkozy berada dalam dilema. Ia ingin lepas dari era Chirac, tetapi juga terikat dengan para simpatisan Chirac. Saat ini, banyak warga kelas menengah moderat Prancis yang cenderung pada Francois Bayrou, pendatang baru yang mengejutkan di kancah pemilihan presiden. Dibandingkan dengannya, Sarkozy nampak sangat kanan. Terutama dengan usulan mendirikan Kementrian untuk Imigran dan Identitas Nasional.

Nicolas Sarkozy menyatakan, "Saya menjadi kandidat presiden di Prancis, tentu saja untuk berbicara tentang Prancis. Jika orang tidak bicara tentang kepentingan bangsa Prancis, tidak ada yang bisa diharapkan darinya."

Sementara itu, calon mengejutkan dari kubu moderat, Francois Bayrou, sudah bersiap-siap. Rabu (21/03), a menggelar pertemuan besar pertamanya di Paris, setelah selama ini berkeliling Prancis. Dan di daerah-daerah pinggiran kota, yang sampai sekarang tak berani dimasuki Sarkozy, ia melontarkan kata-kata tajam.

"Di sini ada banyak sekali daerah di mana aparat keamnaan tidak menginjakkan kakinya, semacam daerah terlarang. Bahkan menteri dalam negeri sendiri tak berani masuk ke kawasan pinggiran. Apa menurut Anda ini negara yang diperintah dengan baik?"

Bursa pemilihan Presiden Prancis betul-betul terbuka. Sarkozy, Royal, Bayrou dan tokoh ekstrim kanan Jean-Marie Le Pen. Hanya satu dari tiga warga Prancis yang sudah memutuskan akan memilih siapa.