Cheney di Afghanistan, Bom Meledak | Fokus | DW | 27.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Cheney di Afghanistan, Bom Meledak

Situasi darurat diberlakukan di Bagram Selasa (27/02) ini. Pangkalan militer Amerika Serikat di Bagram, Afganistan mengumumkan telah terjadi sebuah serangan.

Cheny dengan Presiden Pakistan Musharraf di Islamabad, Pakistan

Cheny dengan Presiden Pakistan Musharraf di Islamabad, Pakistan

Ledakan itu terjadi di luar pagar pangkalan yang terletak di daerah Shomali, 40 hingga 50 kilometer utara ibukota Afghanistan, Kabul. Juru bicara pangkalan militer Amerika Serikat juga mengumumkan adanya korban tewas dan cedera tapi belum menyebutkan angka pastinya. Pemerintah Afghanistan dengan cepat menyatakan korban tewas mencapai 20 orang, sementara saksi mata melaporkan ledakan tersebut sangat hebat.

Juru bicara Angkatan Darat Amerika Serikat menjelaskan, Wakil Presiden Dick Cheney luput dari serangan dan berada di tempat yang aman. Saat ledakan itu terjadi pukul 10 pagi waktu setempat, Dick Cheney sedang berada di lingkup paling dalam pangkalan Bagram. Menurut perkiraan militer Amerika Serikat, Dick Cheney bukanlah sasaran serangan tersebut. Setelah penyelidikan pertama, dapat diketahui bahwa serangan tersebut adalah serangan bom bunuh diri yang dilakukan di sebuah warung kecil pedagang Afganistan dekat pintu lapis pertama pengamanan pangkalan.

Setelah ledakan itu, Taliban menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan bunuh diri itu. Juru bicara Taliban Kari Yusif Ahmadi mengatakan kepada kantor berita Jerman DPA bahwa pelaku bom bunuh diri di Bagram tersebut bernama Abdul Rahim dan berasal dari Provinsi Logar, Afganistan Timur.

Awal 2007, kelompok radikal Islam Taliban menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap militer Afghanistan dan pasukan internasional. Tahun lalu jumlah serangan bom bunuh diri di Afganistan meningkat drastis. Sekitar empat ribu orang tewas dalam serangan bom dan pertempuran. 200 korban tewas di antaranya merupakan serdadu asing.

Wakil Presiden Amerika Serikat Dick Cheney kemudian bertolak ke Kabul untuk bertemu Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Akibat badai salju yang terjadi beberapa saat setelah Cheney tiba di Bagram Senin (26/02), dia harus menginap di pangkalan tersebut.

Sebelum ke Afganistan, Dick Cheney bertemu dengan Presiden Pakistan Pervez Musharraf di Islamabad. Kunjungannya ke Pakistan memiliki misi untuk mendesak Musharraf untuk lebih kuat melawan Taliban dan Al Qaida di kawasan perbatasan Afghanistan. Amerika Serikat mendapatkan informasi bahwa Taliban berencana menyerang tentara Barat di Afganistan. Menurut pemerintah Pakistan, Amerika Serikat juga menyatakan kekhawatiran jaringan teror Al Qaida berkumpul di sekitar kawasan perbatasan.

Amerika Serikat menempatkan sebagian besar pasukan asing di Afghanistan dan berulang kali mendesak Pakistan untuk lebih kuat melawan ekstremis Islam yang pergi ke Afghanistan. Harian Amerika Serikat New York Times melaporkan, Presiden Bush memperingatkan Presiden Musharraf bahwa Kongres Amerika Serikat akan memotong bantuan jika Pakistan tidak terus melawan Al Qaida. Musharraf menekankan, inti masalahnya berada di Afghanistan. Pasukan asing dan Afghanistan semestinya lebih ketat menjaga perbatasan Afghanistan-Pakistan.