Calon Pengganti Wolfowitz: Robert Zoellick | Fokus | DW | 31.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Calon Pengganti Wolfowitz: Robert Zoellick

Robert Zoellick punya riwayat hidup yang mengesankan. Dalam pemerintahan Presiden Bush senior ia adalah penasehat menteri luar negeri James Baker.

default

Pada proses penyatuan Jerman, Robert Zoellick pernah memainkan peran penting dalam apa yang disebut perundingan dua plus empat. Karena jasanya ini dia mendapatkan penghargaan dari pemerintah Jerman. Dalam pemerintahan Bush sekarang, lulusan Universitas Harvard ini awalnya menjabat sebagai utusan perdagangan. Ia turut berperan dalam masuknya Cina dan Taiwan menjadi anggota organisasi perdagangan dunia WTO. Ia memulai ronde perundingan Doha dari WTO dan ia mengorganisir perjanjian perdagangan bebas antara Amerika Serikat dengan berbagai negara. Sebagai wakil menteri luar negeri ia bertanggung jawab atas sebuah institusi dengan lebih dari 55.000 pegawai. Dan melibatkan diri bagi Afrika.

Presiden George W. Bush menyinggung semua prestasi ini ketika ia menominasikan Zoellick untuk menjabat presiden Bank Dunia. Bush juga mengatakan:

„Bob Zoellick tahu, bahwa ada jutaan laki-laki, perempuan dan anak-anak yang harus bertahan hidup dengan kurang satu Dollar setiap harinya. Dan ia merasa dirinya wajib memerangi keadaan ini.“

Pada kesempatan ini Bush juga mengucapkan terima kasih kepada Paul Wolfowitz yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Bank Dunia. Wolfowitz menyerahkan jabatannya setelah berminggu-minggu terjadi perdebatan tentang kasus kenaikan gaji pacarnya yang juga bekerja di Bank Dunia. Wolfowitz juga dituduh mempunyai gaya kepemimpinan yang buruk.

Robert Zoellick menyatakan, Bank Dunia mempunyai arti yang sangat besar dan masa keemasannya masih akan datang. Untuk meraihnya, penting adanya kerja sama dengan organisasi-organisasi lain, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, berbagai institusi dan perusahaan. Sebagian besar pekerjaannya terutama harus dilakukan di Afrika. Lelaki berumur 53 tahun ini berjanji akan berkonsentrasi terhadap tugas ini. Komentar Zoellick:

„Bank Dunia dan pihak-pihak yang terkait telah melewati masa-masa sulit. Ada rasa kecewa dan frustasi, serta ketegangan karena kejadian-kejadian di masa lalu dapat menghambat kemajuan di masa depan. Ini dapat dimengerti tetapi bukan pemecahannya. Kami harus meninggalkan nada sumbang ini dan bersama-sama berkonsentrasi ke masa depan.“

Tugas Zoellick selanjutnya yang juga penting adalah memotivasi dan kembali menyatukan karyawan-karyawan Bank Dunia, demikian papar ahli politik Dieter Dettke, mantan pemimpin Yayasan Friedrich Ebert di Washington yang kenal Zoellick secara pribadi. Menurut Dettke, Zoellick merupakan pilihan yang luar biasa, karena kontak internasionalnya, serta pengalamannya mengatur sebuah institusi dan kemampuan inteligennya.

Tetapi proses pemilihan presiden Bank Dunia ini terutama dikritik karena Presiden Amerika Serikat, seperti biasnya, kembali mengusulkan kandidat bagi posisi ini dan tidak ada proses pemilihan. Menurut Dettke hal ini penting di masa depan, tetapi sekarang ini Bank Dunia ingin mengakhiri krisisnya secepat mungkin. Menteri bantuan pembangunan Jerman, Heidemarie Wiezorek-Zeul menyambut baik nominasi Zoellick sebagai presiden Bank Dunia.