California Darurat Kebakaran, 10 Orang Tewas | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 10.10.2017
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

California Darurat Kebakaran, 10 Orang Tewas

Sedikitnya 10 orang tewas dan lebih 1500 bangunan ludes terbakar akibat kobaran api yang tersebar di seluruh kawasan perkebunan di California. Lebih dari 20.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Kobaran si jago merah terus melahap dengan cepat kawasan perkebunan penghasil minuman anggur di California Utara, Amerika Serikat, Senin (09/10) waktu setempat, menewaskan sedikitnya 10 orang dan memaksa pemadam kebakaran bekerja cepat untuk mengevakuasi ribuan warga.

Sebagian besar korban tewas berasal dari kawasan Sonoma, yang terletak di sebelah utara San Fransisco, sementara 20.000 warga yang mengungsi berasal dari daerah Napa dan Yuba, lokasi yang dilaporkan memiliki titik api terbanyak.

Warga yang terkena dampak kebakaran lahan perkebunan itu menuturkan perjuangan mereka untuk dapat keluar dari kepungan api dan asap.

Seolah Armageddon

Mike Turpen, 38, menceritakan saat ia berada di sebuah bar di kota Glen Ellen, kawasan bersejarah di Sonoma, seseorang yang menggunakan 'masker pelindung pernafasan' berlari sambil memerintahkan warga untuk segera menyelamatkan diri.

Turpen menambahkan "seakan-akan seperti Armageddon sedang terjadi," ketika ia mengemudikan mobilnya melaju secepat mungkin ke rumahnya. "Seluruh dahan pada tiap pohon terbakar." Pria ini sempat memutuskan untuk berdiam di dalam rumahnya, namun ia akhirnya menyadari menjadi orang terakhir di permukiman tersebut, rumah dan pekarangan warga telah hangus terbakar dan jalanan pun kosong tanpa lalulintas.

Warga lainnya, Jesus Torres kepada CBS menceritakan bahwa dia dan keluarganya "dapat melihat langit yang semakin memerah: kami tidak menyadari bahwa itu adalah kobaran api hingga detik terakhir karena tiba-tiba asap ada dimana-mana." Keluarganya tak sempat menyelamatkan barang milik apapun sebelum melarikan diri meninggalkan rumah mereka.

Darurat Kebakaran

Ganasnya kobaran api serta luasnya lahan yang terbakar mendesak petugas penyelamat sepenuhnya hanya berfokus untuk menyelamatkan warga, meski berarti upaya memadamkan api menjadi tersendat.  Akibatnya jumlah rumah dan gedung di kawasan bisnis yang hangus terbakar mencapai lebih 1500 bangunan pada Senin petang (09/10).

Gubernur California, Jerry Brown langsung menetapkan 8 lokasi di California Utara dalam kondisi darurat. Dalam pernyataan resminya, Brown menyebutkan bahwa kebakaran telah merusak infrastuktur penting dan mengancam permukiman warga, yang mengakibatkan ribuan penduduk harus dievakuasi. Dia pun meminta Presiden Trump untuk mengumumkan bencana besar.

"Ini benar-benar serius. Kobaran bergerak cepat. Panas, kurangnya kelembaban dan angin, semua menyebabkan situasi yang sangat berbahaya dan membuat kondisi semakin lebih buruk," kata gubernur pada sebuah konferensi seperti yang dikutip dari New York Times.

Layanan pemadam kebakaran California melaporkan Senin malam tercatat ribuan titik api pada lahan seluas sekitar 73.000 hektar yang membentang di wilayah sejauh 322 km dari utara Bay Area, dari Napa ke Redding.

Penyebab tidak diketahui

Pihak berwenang belum mengetahui penyebab kebakaran. Apalagi tidak biasanya kebakaran hutan dan semak terjadi di kawasan itu pada bulan Oktober. Petugas pemadam kebakaran California menyebutkan tidak biasanya banyak titik api yang muncul secara bersamaan. Kali ini berdasarkan laporan yang diterima terdapat 15 titik kebakaran di lokasi terpisah.

Ken Pimlott, direktur Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran menyebutkan kebakaran kali ini terjadi dengan 'kecepatan tinggi'. Kobaran api menjalar secara cepat karena tiupan angin berkecepatan 80 km per jam.

Imbauan juga disuarakan Pemantau Cuaca Nasional AS yang memperingatkan warga di San Fransisco, dengan menyebutkan "kobaran api bisa jadi menyebar secara cepat".

ts/as (ap, afp, new york times.com)

Laporan Pilihan