Bush Siapkan Jamuan Makan Malam Bagi Musharraf dan karsai | dunia | DW | 27.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bush Siapkan Jamuan Makan Malam Bagi Musharraf dan karsai

Presiden Amerika Serikat, George W. Bush ingin mempertemukan Musharraf dan Hamid Karsai dalam sebuah jamuan makan malam di Washington.

George W. Bush ketika menerima kunjungan Hamid Karsai

George W. Bush ketika menerima kunjungan Hamid Karsai

Presiden Afghanistan, Hamid Karsai tidak jengah untuk mengulangi tudingannya, bahwa kebencian terhadap dunia barat kerap disebarkan di sekolah-sekolah Islam di Pakistan. Akan tetapi dalam waktu yang bersamaan, Karsai juga menyebut Presiden Musharraf sebagai saudara seagama. Dan keduanya akan bertemu di bawah tatapan Presiden Amerika George W. Bush pada sebuah jamuan makan malam di Gedung Putih.

Baru-baru ini, hubungan kedua negara sempat memanas karena pejuang-pejuang Taliban dan Al-Kaida dicurigai menyusup ke Afghanistan melalui Pakistan. Karsai yang kini berada di bawah tekanan Internasional lantaran serangan masif kelompok Taliban di selatan wilayah negaranya, menekankan tuntutannya kepada Pakistan. Tuntutan karsai berdasar kepada perjanjian Musharraf dengan para kepala suku di wilayah Wasiristan, perbatasan Afghanistan.

Karsai. “Tidak satu terorispun boleh masuk ke Afghanistan untuk menyerang pasukan internasional yang bertugas melindungi negeri kami. Kami akan melihat, apakah perjanjian ini dapat direalisasikan.”

Geroge W. Bush sendiri menawarkan diri sebagai mediator bagi kedua pemerintahan lewat jamuan makan malam di Gedung Putih. Hal ini tidak mengherankan, karena Bush dan pemerintahannya membutuhkan Afghanistan sebagai contoh keberhasilannya dalam perang melawan teror. Di lain pihak, Bush juga membutuhkan Pakistan untuk membantunya memburu kelompok Al-Kaida seperti Osama bin Laden. Bush mengatakan,

Bush: “Akan sangat menarik untuk mengamati bahasa tubuh kedua Presiden itu. Mereka akan menunjukkan, bagaimana panasnya hubungan kedua negara.”

Bush pernah berjanji kepada Karsai. Bahwa pemerintahannya akan terus membantu proses demokratisasi dan pembangunan kembali di Afghanistan dengan mengirimkan pasukan dan beragam bantuan material lainnya. Amerika Serikat juga akan membantu membangun jalan raya, mendorong kampanye pemberantasan buta aksara, dan berbagai proyek perekonomian. Bush mengatakan,

Bush: “Tuan President, Amerika berada di belakang rakyat Afghanistan. Saya tahu, bahwa sejumlah pihak di negara anda meragukan hal itu. Tapi saya katakan kepada anda, niat kami sangat kuat.”

Sebelumnya, Karsai sempat memberitakan kondisi aktual di negaranya kepada Bush. Diantaranya mengenai kesulitan dalam memerangi penanaman opium. Karsai menekankan,

Karsai: “Sangat memalukan bagi kami, bahwa obat-obatan terlarang ini dibuat di negara kami. Tapi hal itu disebabakan oleh penderitan kami selama bertahun-tahun, tanpa harapan atas masa depan yang lebih baik.”

Menurut perkiraan pengamat internasional, penanaman opium di Afghanistan telah meningkat hingga 60 persen. Pemerintahan Amerika Serikat menilai, fenomena tersebut dapat membahayakan pembangunan kembali Afghanistan. Sejumlah pihak di Amerika mending pemerintahan Bush telah mengabaikan situasi di Afghanistan lanataran terlalu sibuk di Irak. Saat ini Amerika memiliki 20.000 tentara di Afghanistan. Badningkan dengan di Irak, di mana AS menempatkan 140.000 tentaranya.

Iklan