Bush-SBY Bicarakan Solusi untuk Irak | Fokus | DW | 20.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Bush-SBY Bicarakan Solusi untuk Irak

Mencari solusi Irak menurut Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono bukan hanya tanggungjawab Amerika saja tapi juga masyarakat bersama.

Demonstrasi menentang kunjungan Bush, seminggu sebelum kedatangannya

Demonstrasi menentang kunjungan Bush, seminggu sebelum kedatangannya

Yoedhoyono juga manambahkan untuk mencapai rekonsiliasi nasional di Irak, sudah waktunya semua partai diajak untuk mencari solusi bersama. Hal ini disampaikan SBY saat menggelar jumpa pers bersama Presiden George W. Bush di Istana Bogor.

"Dalam pandangan saya, kita dapat bekerja sama dalam menyelesaikan konflik di Irak, menemukan solusi realistis bagi Irak, masyarakat dunia juga harus ikut bertanggungjawab. Bicara soal jangka panjang penyelesaian konflik Irak tentu saja ini bukan hanya tanggungjawab atau misi Amerika semata atau negara lain yang berada di sana saat ini, namun peran negara-negara lain juga sangat dibutuhkan. Indonesia percaya bila kita bekerjasama, berbagi pandangan mencari jalan keluar Irak maka penyelesaian Irak bisa tercapai sebagaimana kita menyelesaikan juga masalah Aceh. Mencari solusi yang baik bagi Irak, bagi Amerika, bagi Indonesia, bagi masyarakat bersama.”

Menurut Bush, kebijakan yang telah diambilnya merupakan bagian dari upaya Amerika mengedepankan demokrasi. Ia mengaku belum dapat mengambil putusan soal penarikan tentaranya dari Irak.

Guyuran hujan dan derasnya demonstrasi mewarnai kunjungan orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu.

Bush mengatakan memahami banyaknya protes atas kebijakannya. Ia justru memandang aksi-aksi demonstrasi yang selama ini menentangnya sebagai sinyal bahwa kehidupan demokrasi dan bermasyarakat berjalan sehat, sebab setiap orang berhak menyuarakan aspirasi secara bebas.

Sementara itu berbagai kerja sama antara Indonesia dan Amerika disepakati. Diantaranya di sektor pendidikan, kesehatan, penanganan bencana dan bio energi alternatif.