Bush Mengaku Salah | Fokus | DW | 11.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Bush Mengaku Salah

Walaupun Presiden AS mengaku salah, ia tetap berserikeras untuk menambah pasukan AS di Irak. Kamis (11/01) ia berbicara di Washington untuk jelaskan strategi barunya di Irak.

Presiden AS George W. Bush berpidato dari perpustakaan Gedung Putih

Presiden AS George W. Bush berpidato dari perpustakaan Gedung Putih

Presiden George W. Bush berpidato kepada warga Amerika Serikat dari perpustakaan Gedung Putih selama 20 menit. Ia mengakui kesalahannya di Irak dan secara pribadi menanggung segala tanggung-jawab. Namun, ia mengatakan yang salah adalah jumlah tentara yang diterjunkan di Baghdad terlalu sedikit, sehingga ruang gerak mereka pun sangat terbatas. Oleh karena itu, Presiden Bush mengumumkan:

"Untuk membantu warga Irak mengakhiri kekerasan konflik etnis, Amerika Serikat akan mengubah strateginya. Dengan demikian keamanan bagi warga di Baghdad akan lebih terjamin, dan ini hanya dapat diwujudkan jika Amerika mengirimkan pasukan tambahan. Oleh karena itu akan dikerahkan pasukan tambahan sebanyak 20.000 tentara. Sebagian besar pasukan tambahan itu akan ditempatkan di Baghdad.“

Berbeda dengan di masa lalu, kali ini pasukan baru akan dikerahkan ke kawasan bebas teroris untuk menghindari menyulutnya kembali kekerasan. Pemerintah Irak harus dapat mengupayakan agar Baghdad berada di bawah kendali pemerintah Irak. Presiden Bush menuturkan:

"Saya jelaskan pada Perdana Menteri Nuri al-Maliki, juga pada pemimpin lainnya, keterlibatan Amerika Serikat di Irak adalah terbatas. Jika pemerintah Irak tidak sanggup memenuhi janjinya, maka warga Amerika Serikat tidak akan membantu lagi.“

Salah satu kebijakan strategi baru Presiden Bush adalah untuk mengimbangi eskalasi militer Irak dengan pembangunan kembali. Sekaligus mencegah pengiriman senjata dari Suriah dan Iran.

Namun, anjuran bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat James Baker untuk menarik pasukan Amerika Serikat dari Irak ditolak kembali oleh Presiden Bush. Kata Bush:

"Kami berkesimpulan, penarikan tentara Amerika Serikat dari Irak justru akan menjatuhkan pemerintah Irak. Irak akan tercerai-berai dan pembantaian massal dapat terjadi. Jika ini terjadi, pasukan kita harus ditempatkan lebih lama lagi di Irak dan musuh kita akan menjadi lebih berbahaya.“

Presiden Bush megatakan, target yang hendak dicapai dengan strategi baru ini adalah menyelamatkan demokrasi yang muda. Agar seluruh kawasan Irak berada di bawah kendali pemerintahan Irak, untuk menegakkan hukum dan hak serta melindungi hak asasi warganya.

Presiden Bush meminta parlemen Amerika Serikat untuk mempertimbangkan strategi barunya. Namun Partai Demokrat yang kini menguasai parlemen langsung menentang rencana Bush. Senator Partai Demokrat Barack Obama mengatakan, pengiriman pasukan tambahan ke Irak adalah kesalahan besar.

Berdasarkan jajak pendapat terakhir, dua pertiga warga Amerika Serikat dengan tegas menolak pengiriman pasukan tambahan ke Irak. Saat ini jumlah tentara Amerika Serikat di Irak sebanyak 135.000 orang.