Bush: ″Amerika Tidak Menginginkan Perang.″ | Fokus | DW | 12.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Bush: "Amerika Tidak Menginginkan Perang."

11 September 2006. Hari peringatan yang panjang, penuh dengan air mata, pengucapan doa dan peletakan karangan bunga.

Bush dalam pidatonya di televisi

Bush dalam pidatonya di televisi

Presiden George W. Bush memilih untuk menutup hari tersebut dengan berbicara kepada bangsa Amerika Serikat melalui siaran televisi. Dalam pidatonya, Bush menggunakan kata-kata yang bernada perang.

Bush: "Amerika tidak menginginkan perang ini. Dan setiap warga Amerika, termasuk saya, berharap ini telah berakhir. Sayang, ini belum terjadi. Dan ini tidak akan berakhir selama kami atau kelompok ekstrimis meraih kemenangan. Jika kami tidak mengalahkan musuh kami sekarang, anak-anak kami harus berhadapan dengan Timur Tengah yang dipimpin oleh negara-negara teroris dan diktator radikal bersenjatakan senjata nuklir. Kami berada dalam perang yang akan menentukan arah jalannya abad ini dan nasib jutaan manusia di dunia ini.“

Bush juga kembali membela perang melawan Irak. Menurut Bush, setelah serangan 11 September, Saddam Hussein tidak menunjukkan sikap toleransi terhadap Amerika Serikat. Perseteruan dunia dengan kelompok teroris dan ekstrimis disebut Bush sebagai definisi yang menentukan bagi dunia yang bebas.

Bush "Perjuangan ini disebut sebagai benturan peradaban manusia. Sebenarnya, ini adalah perjuangan bagi peradaban.“

Masih menurut Bush, tidak hanya pola hidup masyarakat bebas saja yang menjadi masalah, melainkan juga kemungkinan bahwa manusia di seluruh Timur Tengah dapat mewujudkan prinsip kebebasan dan toleransi. Presiden Bush menjanjikan bahwa keterlibatan Amerika Serikat terhadap pembentukan demokrasi wilayah tersebut akan dilanjutkan.

Bush : "Di awal abad yang masih muda ini, Amerika menantikan hari, saat warga Timur Tengah meninggalkan gurun kelaliman untuk taman kebebasan. Dan mengambil kembali tempat mereka dalam dunia perdamaian dan kemakmuran.“

Sebelum pidato televisinya, Bush meletakkan karangan bunga di Ground Zero New York, Shanksville, dan Pentagon di Washington sebagai tanda penghormatan bagi para korban serangan 11 September.

Di Ground Zero, lokasi dimana gedung World Trade Center lima tahun yang lalu masih berdiri, pihak terdekat korban membacakan nama ke 2.749 korban selama lebih dari empat jam. Mereka juga meletakkan bunga di tempat bekas reruntuhan menara kembar tersebut.