Buron Poso Mulai Menyerahkan Diri | Fokus | DW | 15.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Buron Poso Mulai Menyerahkan Diri

Satu persatu dari 29 tersangka kekerasan Poso yang namanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO mulai menyerahkan diri, menyusul berakhirnya batas waktu yang diberikan polisi.

Sejauh ini, Polisi meyakini, jumlah tersangka yang menyerahkan diri akan terus bertambah, menyusul negosiasi yang dilakukan para tokoh agama setempat dengan keluarga tersangka. Namun polisi juga tetap akan melakukan penangkapan untuk mencegah kaburnya tersangka ke luar Poso.

Andi Bocor adalah salah satu tersangka kasus kekerasan Poso yang pertama menyerahkan diri ke polisi. Warga Poso pesisir ini, masuk dalam daftar 29 buronan Poso karena diduga menembak warga Poso Hasrin Lajidin di ladang. Menurut anggota keluarganya, Muhammad Mujidul Daeng, Andi menyerahkan diri karena merasa tidak melakukan kejahatan seperti yang dituduhkan polisi.

Daeng yang juga deklarator perjanjian damai Malino ini, juga menepis tudingan bahwa Andi selama ini melarikan diri dari kejaran polisi. Karena kata Daeng, sehari-harinya Andi beraktivitas seperti warga biasa, yaitu berjualan ikan. Selain Andi, warga Poso pesisir lain, yang masuk dalam DPO polisi, bernama Anang, juga akan segera menyerahkan diri.

Kepala Kepolisian Palu, Badrodin Haiti, mengakui, bahwa saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan para tokoh agama Poso untuk proses penyerahan diri beberapa tersangka lainnya. Namun Badrodin mengelak menyebutkan berapa jumlah DPO yang akan segera menyerahkan diri itu. Badrodin juga menegaskan, kepolisian telah mengetahui keberadaan para tersangka itu dan akan segera melakukan penangkapan jika mereka menolak menyerahkan diri.

Kepolisian juga menyatakan akan bekerjasama dengan Interpol di sejumlah negara yang diduga dijadikan tempat pelarian mereka, seperti di Filipina. 29 orang DPO ini ditetapkan sebagai tersangka atas sejumlah kasus kekerasan di Poso, seperti kerusuhan di Tanah Runtuh Poso, penembakan pendeta Susianti dan mutilasi 3 siswi Kristen Poso. Sejak tahun 2000, lebih dari 1.000 orang tewas akibat kerusuhan antara kelompok Islam dan Kristen di Poso dan Palu.

  • Tanggal 15.11.2006
  • Penulis Zaki Amrullah
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIxf
  • Tanggal 15.11.2006
  • Penulis Zaki Amrullah
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIxf