Bundestag Perpanjang Masa Tugas Militer Jerman di Afghanistan | dunia | DW | 28.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bundestag Perpanjang Masa Tugas Militer Jerman di Afghanistan

Bagi banyak anggota parlemen ini adalah keputusan yang sulit. Bukan karena mereka ingin mengakhiri misi Bundeswehr, militer Jerman, di Afghanistan, melainkan karena dalam usaha membangun kembali negara tersebut kemunduran semakin terlihat dengan jelas.

Suasana sidang parlemen Jerman

Suasana sidang parlemen Jerman

Lima tahun sejak militer Jerman berada di Afghanistan, situasi keamanan di banyak tempat masih mengkhawatirkan. Korupsi dan perdagangan opium merajalela. Pengaruh negara pun terbatas. „Kami semua berharap, setelah lima tahun melakukan rekonstruksi, kami mencapai lebih banyak dari sekarang“, demikian Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier. Tetapi justru karena itulah ia mendukung perpanjangan mandat selama satu tahun.

Steinmeier: „Afganistan baru kalah, bila kita menyerah.“

2900 tentara Jerman diturunkan di wilayah utara negara itu. Disana situasinya jelas lebih tenang dari pada di selatan dan timur Afganistan. Disana juga lah pejuang Taliban dan Al Qaeda menjadi ancaman permanen. Bagi Eckart von Klaeden dari Partai CDU, ada alasan lain bagi pasukan NATO ISAF untuk meneruskan misi mereka. Ia menganalisa ancaman teror itu.

Klaeden :„Tujuan mereka jelas. Pengusiran tentara pasukan dan relawan internasional, kembali ke Kabul, jatuhnya Presiden Karsai dan pembangunan kembali rezim Islam. Ini seperti kembali ke tahun 2001 dan masa sebelumnya. Hasil kerja militer Jerman selama lima tahun dan kepercayaan rakyat Afganistan dipertaruhkan disini.“

Untuk tidak kehilangan kepercayaan rakyat, konsep NATO harus lebih mengutamakan pembangunan. Demikian tuntutan Menteri Pertahanan Jerman Franz – Josef Jung. Ini disetujui oleh banyak pihak. Bantuan internasional harus dikoordinasi secara lebih baik, negara diperkuat dan perkebunan opium dimusnahkan. Namun menurut Jürgen Trittin dari Partai Hijau, hanya dengan tentara masalah tersebut tidak dapat diatasi.

Trittin :„Tanpa perbaikan di pihak kepolisian dan hukum, tanpa ada politik obat-obatan terlarang yang baru, maka politik Afganistan akan gagal.“

Fraksi Kiri menolak penempatan militer Jerman di Afganistan dan juga akan perpanjang masa mandat pasukan. Berikut tuntutan juru bicara urusan luar negeri mereka, Norman Paech, kepada pemerintahan Jerman.

Paech :„Coba Anda bandingkan secara realistis betapa memburuknya situasi keamanan disana dan konsep ilusi Anda bagi Afganistan.“

Fraksi yang lain menyetujui masa perpanjangan, juga Partai Hijau dan FDP: Namun tidak ada yang berani menduga-duga, hingga kapankah militer Jerman akan berada di Afganistan.

Iklan