Botnet Lumpuhkan Jaringan Komputer Georgia | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 22.08.2008
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Iptek

Botnet Lumpuhkan Jaringan Komputer Georgia

Perang fisik di Kaukasus sudah berakhir, tapi kini perang di dunia maya berkecamuk. Terutama situs-situs web Georgia yang menjadi sasaran serangan. Ini bukan untuk pertama kalinya. Bagaimana serangan itu dilakukan?

Gambar simbol pengawasan telekomunikasi

Gambar simbol pengawasan telekomunikasi

Satu setengah tahun lalu, dunia maya di Estonia hancur. Situs-situs internet milik pemerintah dan perusahaan Estonia diserang secara sistematis dan dilumpuhkan. Serangan itu dilakukan oleh hanya satu orang, yang beberapa bulan kemudian mengakui aksinya.

Awal Agustus lalu Georgia yang menjadi sasaran serangan. Situs-situs berita online dan situs internet pemerintah lenyap dari jaringan. Senjata yang digunakan masih sama, botnet. Jose Nazario, pakar keamanan internet dari perusahaan Arbor Networks di Massachusetts, Amerika Serikat menjelaskan:

"Botnet tak lain adalah piranti lunak jahat yang diinstal oleh hacker ke jaringan komputer. Hacker kemudian dapat mengendalikan jaringan komputer itu dari jauh. Botnet merupakan singkatan dari robot network, jaringan robot. Jaringan komputer ini diubah menjadi robot tidak dapat berpikir.“

Perusahaan Arbor Networks yang berpusat di kota Lexington, negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat, bertugas mengawasi sekitar 70 persen dunia internet dan setiap harinya mencatat ratusan serangan botnet di seluruh dunia.

Serangan di Georgia sebenarnya tidak terlalu hebat. Metode serangan yang dilakukan terhadap Georgia adalah "Distributed Denial of Service" DDoS atau Penolakan Layanan secara Terdistribusi. Praktiknya, ribuan komputer yang terinfeksi dikendalikan dari jauh untuk menyerang situs internet sasarannya, hingga akhirnya situs internet itu semakin lambat dan hancur.

Komputer-komputer yang dikendalikan dari jauh itu sama sekali tidak dirugikan. Tidak ada penelitian statistik mengenai jumlah komputer yang terinfeksi, namun diperkirakan sekitar 10 persen komputer di dunia bagian dari botnet. Ini belum tentu diketahui oleh pemilik komputer. Apakah di awal bulan Agustus itu Rusia yang melancarkan aksi serangan dunia maya terhadap Georgia?

“Kami tidak punya bukti bahwa pemerintah Rusia terlibat. Yang kami tahu adalah jenis botnet apa yang digunakan, tapi bukan dalangnya. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa Rusia. Sejumlah pengembang, penyerang dan server yang digunakan berada di Moskow dan lainnya berasal dari Amerika Serikat dan Turki. Itu bukan berarti pemerintah suatu negara adalah dalangnya.“

Militer Amerika Serikat sejak lama membangun sistem pertahanan terhadap ancaman perang dunia maya. Angkatan Udara Amerika Serikat punya divisi tersendiri yang menangani dunia maya. Direktur dinas rahasia Amerika Serikat Michel McConnell mengatakan, sebuah serangan komputer terhadap sebuah bank di Amerika Serikat dapat mengakibatkan kerugian ekonomi lebih banyak ketimbang yang diakibatkan oleh Serangan 11 September.

Sangat tidak mungkin terjadi, bahwa hacker dapat melumpuhkan jaringan listrik dan air di Pentagon, demikian menurut Jose Nazario:

"Saya meragukannya. Saya pikir komponen dunia maya akan memainkan peranannya. Tapi pola perang tidak pernah berubah selama ribuan tahun. Bertemu lawan, menyerang, membunuh lawan, dan mengantisipasi serangan balasan. Komputer militer tidak terhubung dengan internet umum. Mereka punya jaringan sendiri. Itu tidak dapat dijangkau penyerang. Jika jaringan umum diserang, jaringan milik militer masih terus bekerja, punya jaringan listrik dan air mandiri. Militer dapat selamat dari serangan dunia maya dan bekerja.“(ls)