Bombay Setelah Serangan Bom | Fokus | DW | 12.07.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Bombay Setelah Serangan Bom

Pagi pertama setelah rangkaian serangan bom mengguncang Bombay, kereta api beroperasi kembali seperti biasa.

Pengusutan masih terus dilakukan uintuk mengungkap pelakunya

Pengusutan masih terus dilakukan uintuk mengungkap pelakunya

Kereta api juga beroperasi di rute yang jadi sasaran rangkaian serangan bom. Rel yang rusak sudah diperbaiki pada malam harinya. Ini adalah sinyal normalisasi bagi Bombay dan bagi dunia. Pegawai kereta api dan polisi menerangkan, situasi di kota pusat bisnis India itu tetap terkendali. Para dokter masih terus berjuang menyelamatkan mereka yang luka berat. Dibutuhkan banyak sumbangan darah dan personal medis tambahan untuk sekitar 700 orang yang luka-luka.

Upaya pengejaran para pelaku dan perancang serangan bom itu terus dilakukan. Pihak berwenang menduga, rangkaian peledakan bom itu adalah aksi kelompok teroris. Hanya dalam waktu 10 menit, 7 bom meledak di jalur kereta api ramai dari pusat kota ke arah luar kota Bombay. Para pengusut masih belum menyebut kelompok tertentu dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Direktur Satuan Anti teror India, Raghuvansi mengatakan:

Raghuvansi: „Kami saat ini tidak ingin berspekulasi, siapa yang ada di belakang serangan ini. Pemeriksaan masih berlangsung. Tapi disini bisa terlihat ngerinya terorisme. Rangkaian serangan ini terencana dan terkoordinasi baik. Jadi di belakangnya pasti kelompok yang besar.“

Jalannya aksi, targetnya dan penggunaan bahan peledak kapasitas tinggi, menurut para pengamat mengarah pada kelompok teroris Jaish-eMohammad dan Lashkar-e-Toiba. Kelompok militan ini terutama aktif di kawasan Kashmir, dan terkenal sering melakukan serangan berdarah di seluruh India. Pengamat terorisme India Bahukutumbi Raman menilai, para pelakunya bisa terinspirasi ideologi Al Kaeda, lalu melakukan serangan itu atas prakarsa sendiri.

Bahukutumbi Raman: „Al Kaeda menggalang kampanye terhadap India setelah presiden Amerika Serikat Bush berkunjung bulan Maret. Bulan April misalnya, Osama bin Laden memperingatkan dunia Islam tentang adanya konspirasi Kristen, Hindu dan Yahudi melawan Islam. Jadi kemungkinan besar pelaku serangan ini terinspirasi Al Kaeda.“

Pemerintah India sendiri masih menahan diri dengan tuduhan-tuduhan dan menyebut ada banyak ‚spekulasi’. Menteri Dalam Negeri India, Shivraj Patil tengah malam kemarin mengunjungi para korban di rumah sakit dan menyerukan penduduk agar tetap tenang.

Shivraj Patil: „Kami mengecam semua, yang berada di belakang serangan keji ini. Kami akan melakukan segalanya agar ini tidak terulang lagi. Adalah kewajiban kamu menjaga perdamaian dan persatuan di negara ini.“

Kubu oposisi nasionalis Hindu dari partai BJP menuduh pemerintahan sudah lalai, sehingga serangan ini terjadi. Pimpinan oposisi mengecam, pemerintah kurang tegas mengahadapi para teroris. Pimpinan oposisi Lal Khrisna Advani mengatakan:

Lal Khrisna Advani: “BJP sejak beberapa hari sudah mengatakan, India dan pemerintahan koalisi sedang menghadapi ancaman besar dari kelompok teror. Negara ini terancam karena politik pemerintah pusat.

Para politisi dan tokoh garis keras India sekarang menuntut tindakan lebih tegas lagi menghadapi terorisme. Pengamat keamanan Ajay Sahni terang-terang-an menyebut Pakistan sebagai pendukunhg terorisme. Pakistan sendiri mengecam keras serangan teror di Bombay dan menyerukan agar konflik Kashmir yang sudah berlangsung puluhan tahun segera diselesaikan.