Bom di Sibolga: Orangtua Radikal, Anak Menjadi Korban | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 13.03.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

terorisme

Bom di Sibolga: Orangtua Radikal, Anak Menjadi Korban

Kejadian bom bunuh diri yang melibatkan anak kembali terjadi di Sibolga. Istri terduga teroris lebih memilih meledakkan diri bersama anaknya, daripada menyerah pada polisi.

Ledakan bom terjadi Selasa (12/03) di kediaman terduga teroris Abu Hamzah sesaat setelah ia ditangkap Densus Antiteror 88. Bom meledak saat rumah yang berlokasi di Jalan Cenderawasih, Sibolga, Sumatra Utara itu digeledah polisi.

"Saat akan dilakukan pengecekan awal di rumah pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB terjadi bom meledak yang melukai petugas," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal seperti dikutip dari Detik News. Ia juga mengungkapkan bahwa Abu Hamzah adalah bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang berafiliasi dengan ISIS.

Saat Abu Hamzah ditangkap, istri dan anaknya masih berada di dalam rumah. Polisi dan tokoh masyarakat berusaha berjam-jam membujuknya untuk menyerahkan diri namun sia-sia. Rabu dini hari mereka meledakkan diri.

Anak Menjadi Korban

Kejadian bom Sibolga ini mengingatkan masyarakat pada peristiwa bom Surabaya tahun lalu di mana keluarga terduga teroris juga ikut meledakkan diri. Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris mengatakan jika perempuan atau istri terlibat maka otomatis anak-anaknya pun akan dilibatkan, saat diwawancara DW menyusul kejadian bom Surabaya silam.

"Kalau perempuan yang dilibatkan pasti ikut anak-anaknya, yang membawa pengaruh psikologis yang sangat besar kepada masyarakat yang tidak memahami apa hakikat kejahatan yang dianggap perjuangan dan jihad."

Di sisi lain, menurut Irfan, adanya kasus pelibatan anak-anak dalam tindakan terorisme bisa membangun kesadaran masyarakat untuk memberikan perlindungan lebih untuk anak-anak. "…menjaga anak-anak mereka agar jangan sampai terpapar atau anak-anak mereka diculik untuk dijadikan martir atau pelaku bom bunuh  diri…kewaspadaan perlu ditingkatkan. Bagi yang punya anak-anak tentunya ini pelajaran besar untuk dijadikan bahan pendidikan bahwasanya ada contoh anak-anak menjadi korban."

Tonton video 18:10

Wawancara Dengan Kepala BNPT Komjen Polisi Drs. Suhardi Alius, M.H.

Tidak ada hubungan dengan pemilu

Ditemui awak media di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (13/03) Presiden Jokowi menyatakan apresiasinya pada kerja keras Polri, khususnya Densus 88 yang mengungkap sel teroris di Sibolga.

Jokowi juga memastikan peristiwa bom tersebut tidak terkait Pilpres 2019.

"Ini (bom di Sibolga) dimulai dari pengungkapan teroris yang ada di Lampung, enggak ada kaitannya dengan Pilpres," kata Jokowi, seperti dikutip dari Detik News.

Jokowi mengaku prihatin ada masyarakat dan aparat yang menjadi korban bom di Sibolga dan  berharap, ke depan Polri dapat mengembangkan dan menangkap jaringan teroris lainnya.

na/ts (rtr, Detik News)