BNPB: Abu Vulkanik Erupsi Taal Volcano di Filipina Tak Mengarah ke Indonesia | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 13.01.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Erupsi Gunung Api Taal

BNPB: Abu Vulkanik Erupsi Taal Volcano di Filipina Tak Mengarah ke Indonesia

Gunung Api Taal (Taal Volcano) di Filipina erupsi dan menyemburkan abu vulkanik. Erupsi tersebut dipastikan tidak berdampak ke Indonesia.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, Senin (13/1/2020), kolom abu vulkanik dari erupsi Gunung Api Taal terpantau menjauhi wilayah Indonesia menuju arah timur laut atau mengarah ke Samudera Pasifik dari kawah yang terletak di tengah Danau Taal. Hal itu terpantau di pengamatan BNPB melalui InaWARE.

Berdasarkan laporan otoritas resmi Filipina, kolom abu teramati dengan ketinggian sekitar 1 kilometer dari kawah utama. Pihak Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengatakan abu erupsi jatuh ke wilayah yang paling dekat dengan kawah meliputi Tagaytay, Batangas dan Cavite.

Debu vulkanik tersebut juga menyelimuti Silang dan Amadeo di Cavite dan Calamba, Santa Rosa dan San Pedro City di Provinsi Laguna. Sejumlah sekolah di regional Calabarzon, Luson Tengah dan Metro Manila diliburkan demi alasan keselamatan dan kesehatan.

Menurut Badan Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Alam Filipina, sekitar 6.000 penduduk telah dievakuasi ke Batangas, dan paling banyak berasal dari San Nicolas, Balete dan Talisay. Hingga sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Selain itu, erupsi Gunung Api Taal juga membuat Bandara Internasional Ninoy Aquino ditutup sementara dan semua penerbangan dibatalkan demi alasan keamanan dan keselamatan.

KBRI Manila telah menerbitkan imbauan ke seluruh WNI di Filipina terkait erupsi Taal Volcano ini. Nomor hotline disediakan bagi WNI yang membutuhkan evakuasi.

"Kami menghimbau kepada seluruh WNI untuk mematuhi peringatan bencana yang disampaikan oleh pemerintah lokal Filipina," demikian keterangan KBRI Manila seperti dikutip dari Facebook-nya.

Baca juga: Gunung Api di Selandia Baru Erupsi, 1 Orang Tewas dan Belasan Luka

Lontarkan abu vulkanik hingga 15 km

Pemerintah Filipina mengeluarkan peringatan letusan eksplosif dari gunung berapi di sisi selatan Manila. Gunung Api Taal telah melontarkan abu hingga menghentikan aktivitas penerbangan di bandara.

Dilansir dari AFP, Senin, Gunung Taal merupakan objek wisata populer yang terletak di tengah danau. Gunung ini telah memuntahkan abu, mengeluarkan gemuruh serta gempa bumi dan meledak dengan kilat di atas puncaknya.

Ribuan orang yang tinggal di dekatnya telah dievakuasi dari rumah mereka. Namun, ada penduduk lainnya yang masih mempertimbangkan apakah akan melarikan diri atau tidak.

"Letusan berbahaya bisa terjadi dalam beberapa jam hingga berhari-hari," kata badan seismologi negara itu.

"Saya khawatir itu akan meletus ... tetapi saya akan membiarkannya takdir. Saya hanya harus berdoa," kata salah satu pegawai hotel dekat gunung berapi, Eduardo Carino.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Penyebab Letusan Gunung Agung di Bali

Taal Volcano sempat mengeluarkan awan abu mencapai 15.000 meter ke atmosfer. Pejabat penerbangan memerintahkan penangguhan penerbangan ke dan dari Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) di ibu Kota.

Pihak berwenang awalnya menghentikan operasi di NAIA selama beberapa jam. Tetapi pada hari Minggu (12/01), pihak berwenang mengumumkan penerbangan akan ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengutip ancaman terhadap pesawat dari fragmen balistik. Sekretaris Transportasi Arthur Tugade juga telah menginstruksikan pejabat penerbangan untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk kepentingan keselamatan publik.

Ahli gempa pemerintah mencatat magma bergerak menuju kawah Taal yang merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di negara itu dan berjarak 65 kilometer selatan Manila. Kepala Phivolcs Renato Solidum mengatakan letusan terakhir Taal terjadi pada tahun 1977.

Baca juga: Topan Phanfone Tewaskan 16 Orang di Filipina

Kantor bencana setempat mengatakan telah mengevakuasi lebih dari 2.000 penduduk yang tinggal di pulau vulkanik yang terletak di tengah danau. Solidum mengatakan para pejabat juga akan memerintahkan evakuasi orang-orang yang tinggal di pulau lain di dekatnya jika situasinya memburuk.

"Abu telah mencapai Manila berbahaya bagi orang-orang jika mereka menghirupnya," katanya kepada AFP.

Terlepas dari abu, beberapa partikel berdiameter 6,4 cm (lebih besar dari bola golf) dilaporkan jatuh di daerah sekitar danau. Pada saat itu 52 gempa vulkanik telah terjadi.

"Aktivitas seismik yang intens seperti itu mungkin menandakan intrusi magma terus-menerus di bawah bangunan Taal, yang dapat menyebabkan aktivitas erupsi lebih lanjut," kata Phivolcs. (gtp/ae)

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

BNPB: Abu Vulkanik Erupsi Taal Volcano di Filipina Tak Sampai ke Indonesia

Taal Volcano di Filipina Lontarkan Abu hingga 15 Km, Bandara Ditutup

Laporan Pilihan