Blair Serahkan Jabatan PM Tahun Depan | Fokus | DW | 07.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Blair Serahkan Jabatan PM Tahun Depan

Menyusul tekanan dan pertikaian internal di Partai Buruh, Blair secara resmi nyatakan akan mundur tahun mendatang

PM Inggris Tony Blair

PM Inggris Tony Blair

Pada konferensi pers hari Kamis kemarin (07/09) Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengatakan:

"Kongres partai yang akan digelarkan dalam beberapa pekan mendatang adalah yang terakhir bagi saya sebagai pemimpin Partai Buruh. Saat ini saya tidak menyebutkan tanggal yang tepat, kapan saya menyerahkan jabatan. Demi kepentingan negara, saya akan mengatakannya di lain waktu.“

Blair akhirnya mengatakan apa yang sebenarnya tidak ingin dikatakannya atau setidaknya yang belum ingin dikatakannya. Tahun depan, Inggris akan punya perdana menteri baru. Blair tampaknya terpaksa untuk mengumumkan kepergiannya dari Downing Street nomor 10 karena maraknya protes internal di Partai Buruh. Agaknya hanya dengan demikian dia dapat menyelamatkan namanya.

Penulis biografi Blair, John Rentoul, mengatakan bahwa ada komplotan yang terdiri dari pendukung Gordon Brown yang diam-diam mendukung aksi tersebut. Dia menambahkan, Brown menginginkan jabatan perdana menteri dan ini dapat merusak partai jika dilakukan dengan licik.

Pada hari-hari terakhir ini, terjadi sengketa serius antara kubu Blair dan Brown. Karena Brown dinilai sudah terlalu lama menunggu pengunduran diri Blair. Sebelum pernyataan pengunduran diri Blair Kamis kemarin (07/09), Brown yang mendampingi perdana menteri Inggris, mengatakan kepada pers:

"Saya mengatakan kepadanya, seperti yang acap kali saya lakukan, dan sekarang saya ulangi: ini adalah keputusan Blair, kapan dia pergi. Selain itu saya mengatakan bahwa saya mendukung keputusannya. Ini tidak berhubungan dengan kesepakatan pribadi melainkan kepentingan partai, terutama demi kepentingan negara.“

Setelah pertikaian internal di Partai Buruh akhir-akhir ini, tampaknya realitas mendominasi keputusan partai tersebut. Dengan kata lain: Brown memang terlalu kuat bagi Blair. Seperti yang terlihat saat ini, tampaknya kini telah ada kesepakatan pergantian kekuasaan sebagaimana mestinya. Michael White, komentator politik dari harian "The Guardian“ mengatakan, tidak ada waktu yang terlalu dini.

"Serah terima jabatan yang sebagaimana mestinya dapat terlaksana jika mereka menunjukkan sikap yang patut dan membicarakan semua hal. Jadi, jika Blair pergi ke kamar mandi, dia menanyakan Brown dan sebaliknya. Tetapi, jika semuanya berlangsung seperti yang terjadi hingga kini, maka serah terima jabatan tidak akan berlangsung sebagaimana mestinya. Ini tidak hanya merugikan Partai Buruh, melainkan juga keseluruhan aparat pemerintahan dan negara ini. Namun, kedua politisi itu tidaklah bodoh. Mereka mengetahui persoalannya.“

Tahun depan Inggris akan memiliki perdana menteri baru. Masih belum jelas, kapan tepatnya. Berbagai media memuat spekulasi bahwa Blair akan menyerahkan jabatan akhir Mei 2007. Banyak penentang politiknya menginginkan lebih dini, apalagi reputasi dari Partai Buruh saat ini cukup rusak. Dalam jajak pendapat terakhir, partai ini berada jauh di belakang dan sengketa internal yang berlanjut hanya akan menambah rusaknya reputasi Partai Buruh.

Kesimpulan dari semua ini: Era Tony Blair sudah berakhir. Pertanyaan yang kini muncul: Apakah Blair kini berubah menjadi bebek yang lumpuh dan tertembak? Atau bisakah dia menyelesaikan sisa masa jabatannya dengan penuh martabat.