Blair: Diplomasi Solusi Terbaik bagi Pembebasan Marinir Inggris | Fokus | DW | 04.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Blair: Diplomasi Solusi Terbaik bagi Pembebasan Marinir Inggris

Teheran beri isyarat positif, harapan makin besar bahwa marinir Ingris akan dibebaskan.

PM INggris Tony Blair

PM INggris Tony Blair

Seorang diplomat Iran yang ditangkap di Bagdad dua bulan lalu dibebaskan dan diperbolehkan kembali ke Teheran. Selain itu pemerintah Irak mengupayakan pembebasan lima warga Iran, yang sudah lebih dari dua bulan ditahan oleh pihak Amerika Serikat. Tak ada pernyataan resmi bahwa ada kaitan antara pembebasan ke 15 marinir Inggris dengan pembebasan warga-warga Iran tersebut. Namun tampaknya, kedua proses ini saling mempengaruhi. Terutama karena Selasa (03/04)siang, Perdana Menteri Inggris Tony Blair menekankan betapa pentingnya 48 jam berikutnya.

Tony Blair mengatakan, "Kami sangat berharap pemerintah Iran akan menyadari bahwa diplomasi merupakan jalan terbaik untuk membebaskan mereka.“

Saat ini di Teheran, diplomat Inggris dan wakil pemerintahan Iran melakukan perundingan intensif mengenai pembebasan para tahanan. Sedangkan Selasa (03/04) sore di London, komisi khusus pemerintahan Inggris yang menangani krisis kembali berunding. Sementara di samping imbauannya agar Iran memilih jalan diplomasi, Perdana Menteri Tony Blair dengan sangat tidak diplomatis menyampaikan sebuah ancaman.

Blair menegaskan, "Selama ini kami mengupayakan dua jalan secara paralel. Yang pertama dengan tenang, melalui negosiasi damai. Namun bila hal ini tidak mungkin, dan hal ini telah kami tegaskan kepada Iran sejak awal, maka kami akan mengambil jalan kedua, yakni mengambil keputusan yang lebih keras. Bolanya sekarang ada di pihak Iran. Semuanya tergantung kepada pemerintah Iran, apakah mau menerima tawaran yang kami sampaikan atau tidak.“

Blair tidak menjelaskan apa yang ia maksudkan dengan keputusan yang lebih keras. Namun para pengamat Inggris menilai, penundaan konferensi pers presiden Iran sampai hari Rabu (04/04) bukan upaya Iran untuk mengulur-ngulur waktu, melainkan isyarat yang positif. Di pihak lain, suara sumbang juga terdengar di London. Antara lain dari bekas duta besar Inggris di Teheran, Richard Dalton.

Ia mengatakan, "Saya perlu peringatkan agar jangan berharap terlalu banyak, bahwa solusi bisa tercapai dengan cepat. Masalahnya, terlalu banyak hal yang musti dibahas. Selain itu, kami tidak tahu secara persis bagaimana posisi Iran itu. Sampai sekarang tuntutan Iran sulit untuk kami terima. Seperti misalnya, Inggris harus minta maaf dan mengakui bahwa marinir Inggris itu memasuki perairan Iran. Ya sulit mengakui bahwa Inggris berada di pihak yang salah.”

Di luar lingkungan pemerintah, para keluarga marinir Inggris yang ditahan tetap berharap-harap. Salah seorang diantaranya adalah Maggie Philips, adik perempuan marinir termuda yang ditahan, Arthur Batchelor. Ia kegirangan ketika mengenali abangnya di televisi Iran hari Senin (02/04). Maggie Philips menuturkan, "Saya menjadi lega karena melihat abang saya dalam keadaan sehat. Ia kelihatan lelah, tapi di luar itu ya baik-baik saja.”

Hari Selasa (03/04) sore di Teheran, untuk pertama kalinya dipublikasi foto di mana para tahanan Inggris itu mengenakan pakaian sipil. Keluarga mereka di Inggris berharap, bahwa ini merupakan satu isyarat lagi bahwa para marinir itu dibebaskan.