Blair dan Bush Tentang Laporan Komisi Baker | Fokus | DW | 08.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Blair dan Bush Tentang Laporan Komisi Baker

PM Inggris Tony Blair mengunjungi Presiden AS George W Bush di Gedung Putih, Kamis (07/11).

Sebelum meninggalkan London, PM Tony Blair mengakui bahwa usulan utama Komisi Baker, pembicaraan langsung dengan Iran dan Suriah, sangat masuk akal. Kamis malam, Bush menyebutkan kembali syarat-syarat untuk melaksanakan pembicaraan tersebut.

Bush: Negara-negara ini tahu, apa yang kita nantikan dari mereka. Jika kita ingin melakukan pembicaraan dengan Suriah, kurang lebih begini: berhentilah mendestabilisasi pemerintahan Siniora di Libanon. Berhentilah menyelundupkan senjata ke Irak, jangan lagi menjadi tempat perlindungan bagi para teroris.

Sementara Iran, lanjut Bush, harus membuat program atomnya dapat diverifikasi. Keduanya, Bush dan Blair, menyambut baik laporan Komisi baker, juga dengan nuansa yang berbeda.

Blair: menyangkut kondisi di Irak, saya menyambut laporan Komisi Baker, seperti Anda Tuan Presiden. Laporan itu menawarkan langkah tegas menuju ke depan.

Dari Bush, sambutan yang keluar terdengar lebih tidak ramah.

Bush: Saya tidak percaya Jim Baker dan Lee Hamilton mengharapkan kami menerima semua rekomendasi mereka. Saya tahu, mereka mengharapkan kami mempertimbangkan semua rekomendasi.

Selain pembicaraan langsung dengan Iran dan Suriah, Komisi Baker juga mendesak penarikan mundur pasukan tempur AS secara bertahap sampai musim semi 2008, dan prakarsa baru diplomatik AS demi penyelesaian Konflik Israel Palestina.

Yang terakhir itu juga menjadi harapan besar PM Inggris Tony Blair yang dalam waktu dekat akan berkunjung ke Timur Tengah.

Blair: Adalah penting bahwa kita melakukan semua yang kita bisa di kawasan Timur Tengah untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina. Dengan cara ini, kami mengirimkan isyarat yang sangat kuat, bukan hanya pada kawasan tersebut tapi juga pada seluruh dunia bahwa kami berimbang dalam melaksanakan prinsip-prinsip kami.

Dari pihaknya, Bush menerangkan bahwa Menlu AS Condoleeza Rice siap mencurahkan banyak waktu bagi penyelesaian konflik Israel-Palestina, tapi orang tidak bisa memaksakan perjanjian damai.

Menurut Bush, selama ini ada syarat yang tidak bisa dipenuhi pihak Palestina.

Bush: Sebuah pemerintahan kesatuan nasional Palestina, yang menerima prinsip-prinsip Kuartet Timur tengah dan bisa bernegosiasi dengan Israel.

Bush dan Blair menegaskan persahabatan mereka dan kemitraan yang kuat antara kedua negara. Saat ini Inggris menempatkan 7 ribu pasukan di Irak, terutama di selatan negara itu.

Akhir November lalu Menteri Pertahanan Inggris mengumumkan akan menarik ribuan tentaranya keluar dari Irak, mulai tahun depan. Sementara tentara Inggris yang tetap berada di Irak terutama bertugas untuk mendukung angkatan bersenjata Irak. Usulan serupa juga disampaikan Komisi baker baki tentara Amerika di Irak.