Bikin Bank Baru, BRICS Berniat Saingi World Bank | dunia | DW | 29.03.2012
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bikin Bank Baru, BRICS Berniat Saingi World Bank

Para pemimpin negara yang ekonominya sedang mekar, hari Kamis (29/03) bertemu di India, untuk mendiskusikan pembentukan sebuah bank pembangunan baru. Inilah langkah untuk memperkuat posisi diplomatik mereka di dunia.

default

BRICS: kekuatan diplomasi baru di dunia?

Para pemimpin negara-negara BRICS yakni Brazil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan menghadiri pertemuan puncak ke-empat, blok ekonomi baru itu, yang berlangsung di India.

Agenda puncak pertemuan ini adalah membuat lembaga yang mereka sebut “BRICS Bank”, yang akan mendanai proyek pembangunan dan infrastruktur di negara-negara berkembang. Meski masih dalam tahap perencanaan, namun para pemimpin BRICS diharapkan memberi sinyal dukungan bagi pembentukan lembaga yang berpotensi menjadi penyeimbang bagi lembaga pinjaman internasional seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia.

Rencana pembentukan bank BRICS adalah bagian dari langkah untuk mengubah kekuatan ekonomi negara-negara ekonomi mekar itu, menjadi kekuatan diplomatik di tingkat dunia. “Ini akan menjadi alat keuangan yang sangat kuat untuk meningkatkan kesempatan di dunia perdagangan” kata Menteri Perdagangan Brazil, Fernando Pimentel hari Rabu (28/03) menjelang pertemuan.

Problem BRICS

Pertemuan itu diwarnai aksi unjuk rasa ratusan aktivis Tibet yang memprotes kehadiran presiden Cina Hu Jintao dalam pertemuan itu. Hari Senin (26/03) seorang aktivis berusia 27 tahun membakar dirinya dalam aksi protes atas kebijakan pemerintah Cina di Tibet. Aktivis itu akhirnya meninggal hari Rabu (28/03) dan menjadikan dia sebagai orang ke-29 yang melakukan aksi protes bunuh diri menentang represi Beijing atas Tibet.

Kehadiran 80 ribu komunitas Tibet yang dipimpin tokoh spiritual Dalai Lama di India, selama ini menjadi sumber konflik antara India dengan Cina. Inilah yang menjadi duri, meski hubungan dagang diantara kedua negara semakin meningkat.

Rivalitas antara Cina dan India dinilai oleh para pengamat sebagai salah satu masalah utama dalam BRICS, selain masalah perbedaan sistem politik dan ekonomi diantara negara-negara yang ekonominya sedang mekar itu.

Nama BRICS pertama kali diciptakan pada tahun 2001 oleh bank investasi asal Amerika Goldman Sachs, untuk mengelompokkan negara-negara yang ekonominya tumbuh pesat. BRICS adalah singkatan dari negara-negara: Brazil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan.

Andy Budiman/ afp

Laporan Pilihan

Iklan