Berlin Gelar Konferensi Islam | Fokus | DW | 26.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Berlin Gelar Konferensi Islam

Integrasi umat Islam dalam kehidupan bermasyarakat di Jerman, merupakan tema utama Konferensi Islam yang akan diselenggarakan pemerintah Jerman, hari Rabu (27.9)

Dalam Konferensi Islam di Berlin nanti, 15 orang akan secara khusus mewakili komunitas Islam di Jerman. Selain itu diundang pula, 15 wanita dan pria dari tingkat federal, negara bagian dan komunitas wilayah. Namun belum-belum suara kritik sudah terdengar. Ada apa dibalik itu?

Oguz Ücüncü: “Masalahnya sangat gamblang, fungsi dan tujuan konferensi Islam ini tidak jelas. Sampai sekarang, lembaga penyelenggara belum mengeluarkan daftar partisipan konferensi itu. Atau lebih tepatnya, siapa yang akan diundang dan siapa yang akan diwakilinya?”

Demikian Oguz Ücüncü, Sekretraris Jenderal Komunitas Islam Milli Görüs (IGMG). Insinyur berusia 37 tahun ini mengeluhkan kurangnya transparansi dalam penetapan undangan. IGMG memiliki 30.000 anggota dan merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Jerman.

Namun, organisasi yang diawasi karena dinilai memiliki tendens Islamis ini, secara resmi tidak diundang. Secara tidak langsung, IGMG diwakili oleh Dewan Islam, yang merupakan perserikatan beberapa organisasi. Selain itu, sejumlah pejabat dari organisasi payung Islam lainnya akan hadir.

Antara lain, perwakilan kelompok Islam Turki di Jerman (DITIB), Ikatan Pusat Kebudayaan Islam di Jerman (VIKZ), wakil-wakil dari Dewan Pusat Masyarakat Muslim dan Komunitas Alawiyyah. Walaupun begitu sejumlah organisasi mengkhawatirkan adanya ketimpangan, dan para undangan lebih mewakili posisi sekuler-liberal.

Memang dalam daftar undangan itu, tercantum juga nama tokoh-tokoh yang kritis terhadap Islam, seperti Necla Kelek dan Seyran Ates, seorang pengacara yang memperjuangkan hak perempuan Turki. Hal inilah yang dikritik Ibrahim El-Zayat, anggota Dewan Pusat Masyarakat Muslim di Jerman.

Ibrahim El Zayat: “Bayangkan bila di sebuah negara Islam, seorang Menteri beragama Islam mengadakan sebuah Konferensi Kristen. Kemudian sebagai wakil dari umat Kristen, yang diundang justru orang-orang yang kritis terhadap agama Kristen. Pasti kritiknya jauh lebih keras dari apa yang kami utarakan sekarang.”

Sebaliknya Bekir Alboga dari perwakilan kelompok Islam Turki di Jerman (DITIB) menilai, konferensi ini justru memberi kesempatan bagi wakil-wakil berbagai organisasi Islam untuk bertukar pendapat antara mereka sendiri.

Bekir Alboga: “Untuk pertama kalinya kelompok yang sekuler atau yang disebut Islam kulltural akan bertemu dengan wakil-wakil organisasi Islam. Ini kesempatan yang bagus.”

Bekir Alboga menempatkan harapan besar pada konferensi ini. Ia berharap, konferensi dapat menyelesaikan semua isyu yang ada. Khususnya yang berkaitan dengan menjalankan ibadah sebagai umat Islam di Jerman.

Di Jerman saat ini ada 3.2 juta umat Muslim. Sebuah survei baru menunjukan bahwa hanya 15% umat Islam di Jerman tercatat sebagai anggota organisasi Islam atau komunitas mesjid. Daftar undangan yang dipersiapkan Menteri Dalam Negeri Jerman, Wolfgang Schäuble dan timnya, justru muncul dari pembahasan selama 6 bulan dengan masyarakat Islam.