Berapa Jumlah Korban Sipil Tewas di Irak? | Fokus | DW | 11.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Berapa Jumlah Korban Sipil Tewas di Irak?

Serangan yang tak habis-habisnya di Irak terus meminta korban jiwa. Berapa sebenyarnya jumlah korban tewas? Angka tepatnya tidak diketahui.

Serangan Bom Mobil di Irak September 2006

Serangan Bom Mobil di Irak September 2006

Kemarin, hari Jumat tanggal 10 November, sedikitnya tiga tentara Amerika Serikat dan puluhan warga sipil tewas dalam berbagai serangan di Irak. Kejadian semacam itu telah menjadi peristiwa sehari-hari di negara yang sedang ditimpa kekacauan dan anarki tersebut. Sejak awal perang Irak pada bulan Maret 2003, lebih dari 2.840 tentara Amerika Serikat tewas. Jumlah itu tercantum dalam sebuah daftar statistik resmi negara tersebut. Angka statistik itu tampaknya punya andil besar dalam kekalahan Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan Partai Republik baru-baru ini.

Namun, untuk memastikan berapa warga Irak tewas akibat perang dan dampaknya bagi kehidupan mereka selama tiga setengah tahun terakhir ini, adalah jauh lebih sulit. Sebuah penelitian statistik di Irak tidak dapat dilaksanakan karena terlalu berbahaya. Pemerintah Irak yang didominasi kubu Syiah baru mulai mengadakan penghitungan jenazah korban pada awal tahun 2004. Tetapi, metode yang diterapkan dalam penghitungan tersebut sangat kontroversial. Pada dasarnya hanya angka yang disensor yang diumumkan. Demi kepentingan sendiri, pihak yang berwenang di Baghdad hendak mencegah keluarnya angka sebenarnya. Jumlah korban sebenarnya yang diduga sangat tinggi dikhawatirkan akan merugikan pemerintah.

Oleh karena itu, hingga kini secara resmi selalu dinyatakan hanya 50. 000 warga sipil yang tewas sejak awal perang. Jumlah ini secara tidak langsung dibenarkan Amerika Serikat karena mereka sendiri tidak mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah korban Irak secara keseluruhan.

Jika Menteri Kesehatan Irak, Ali al Shemari, kini menyatakan bahwa ternyata jumlah warga sipil Irak yang tewas tiga kali lipat dari jumlah yang dinyatakan sebelumnya, yakni 150. 000, maka ini merupakan suatu pernyataan yang menarik. Menurut para pakar, jumlah tersebut masih tidak sesuai dengan jumlah sebenarnya.

Kementrian Kesehatan didominasi oleh pengikut ulama radikal Syiah, Muktada al-Sadr. Milisi "Mahdi“-nya dituduh bertanggung jawab atas rangkaian pembunuhan dan serangan terhadap kaum Sunni. Jadi sangatlah tidak mungkin bila seorang menteri memberatkan orangnya sendiri dari pasukan Al-Sadr melalui statistik yang benar.

Kalau begitu bagaimana untuk mengetahui jumlah korban sipil yang tewas di Irak? Mungkin melalui laporan jurnal kedokteran Inggris "The Lancet“ yang diterbitkan bulan yang lalu. Berdasarkan pernyataan ribuan responden yang ditanyai secara intensif di seluruh Irak, tim studi "The Lancet“ menyimpulkan bahwa sekitar 650.000 warga Irak diduga tewas karena dan akibat perang. Ini berarti, setiap satu dari 40 penduduk Irak terbunuh akibat perang.

Jumlah korban tewas terbanyak tercatat dalam pertempuran sengit antara kelompok Syiah dan Suni pada bulan-bulan terakhir ini, terutama di Baghdad, di mana setiap hari ditemukan puluhan jenazah.

Sementara itu, semakin banyak warga Irak meninggalkan negerinya yang semakin berbahaya. Mereka terutama diterima di Yordania dan di Suriah. Namun juga tidak diketahui dengan tepat, berapa jumlah pengungsi tersebut. Menurut dugaan, beberapa juta orang telah mengungsi.