1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Bencana Industri Bangladesh

8 Mei 2013

Jumlah korban tewas akibat pabrik yang runtuh di pinggiran Dhaka telah melebih 800 jiwa. Tragedi yang terjadi bulan lalu itu dianggap sebagai bencana industri terburuk dalam sejarah industri Bangladesh.

https://p.dw.com/p/18U6R
Foto: imago/Xinhua

“Korban tewas kini berjumlah 803 jiwa” dengan rincian 790 mayat ditemukan di antara reruntuhan dan 13 korban lainnya meninggal dunia di rumah sakit, kata Letnan Mir Rabbi, seorang pejabat di ruang pengawasan militer yang dibangun untuk melakukan koordinasi bantuan atas bencana tersebut.

Lebih dari 3 ribu pekerja garmen sedang melakukan pergantian shift kerja ketika kompleks Rana Plaza runtuh saat mereka mematikan mesin pabrik yang memasok pengecer pakaian barat seperti Primark di Inggris dan merek pakaian asal Spanyol yakni Mango.

Masih banyak mayat belum ditemukan

Para pejabat yang mengawasi operasi penyelamatan bencana ini mengatakan total dari 2.437 orang yang diselamatkan dari reruntuhan kompleks bangunan yang ditempati oleh lima pabrik garmen di kota Savar, yang terletak di pinggiran ibukota Dhaka.

Buldoser dan alat berat masih membersihkan puing-puing sementara para petugas penyelamat yang berasal dari angkatan bersenjata dan pemadam kebakaran bekerja dengan masker untuk menangkal bau mayat yang membusuk di lokasi.

Brigadir Jenderal Siddiqul Alam Sikder mengatakan, bau mayat yang menyengat di lantai bagian bawah mengindikasikan bahwa jumlah korban tewas masih akan terus bertambah.

“Kami perkirakan akan menemukan mayat-mayat lainnya karena kami masih belum bisa menjangkau dasar. Kami baru menyelesaikan sekitar 70 persen dari tugas kami,” kata dia.

Upaya untuk mengidentifikasi mayat hingga kini masih terhambat karena sebagian besar jenazah ditemukan dalam keadaan rusak, kata dia menambahkan.

Banyak mayat yang ditemukan di tangga.

Para buruh pabrik garmen yang panik berebut menuju tangga untuk keluar menyelamatkan diri dari bangunan setelah mendengar suara keras, namun bangunan itu kemudian rontok dalam lima menit dan membuat mereka terjebak di sana.

“Kami menemukan sekitar 15 mayat di tangga,” kata Sikder.

Bukan untuk pabrik berat

Temuan awal pemerintah menyebut getaran dari empat generator raksasa di pabrik itu sebagai pemicu runtuhnya bangunan.

Arsitek gedung itu Masood Reza, mengaku mendesain struktur bangunan itu sebagai pusat perbelanjaan dan perkantoran, yang tidak kuat menahan mesin pabrik dan jumlah buruh yang besar.

Polisi telah menahan 12 orang termasuk pemilik Plaza itu dan empat pemilik pabrik garmen karena tetap memaksa para buruh bekerja pada hari tragedi itu terjadi, meski sehari sebelumnya telah mengetahui adanya keretakan pada struktur bangunan.

Untuk mengatasi kecemasan bahwa perusahaan barat akan meninggalkan Bangladesh karena khawatir mengenai standar keselamatan di pabrik, pemerintah telah mengumumkan pembentukan tim panel tingkat tinggi yang akan melakukan inspeksi atas ribuan bangunan pabrik garmen, untuk memperbaiki kekurangan yang mereka temukan.

ab/rn (fp/dpa/ap)