Belum Ada Kemajuan dalam Sengketa Atom Iran | Fokus | DW | 19.04.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Belum Ada Kemajuan dalam Sengketa Atom Iran

Laporan baru mengenai program atom Iran akan diserahkan 10 hari lagi kepada Dewan Keamanan PBB.

Langkah berikutnya akan diambil berdasarkan laporan Baradei

Langkah berikutnya akan diambil berdasarkan laporan Baradei

Perembukan di Moskow (Selasa, 18/4) antara kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah dengan Jerman untuk membahas sengketa atom dengan Iran, berakhir tanpa hasil yang nyata. Hal itu dikemukakan oleh salah seorang peserta kepada Kantor Berita Rusia, Interfax, dan dibenarkan pula oleh seorang jurubicara Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington. Para wakil menlu ke-enam negara itu dalam perembukan selama tiga jam tidak dapat menyepakati kemungkinan diberlakukannya sanksi atau langkah-langkah lainnya. Cina dan Rusia tetap menolak pemberlakuan sanksi.

Pimpinan perundingan, Wakil Menlu AS, Nicholas Burns, mengemukakan kepada pemancar televisi CBS, bahwa semua pihak memang sepakat, bahwa Iran harus memperoleh peringatan dari dunia internasional, tetapi untuk menyepakati langkah-langkah konkrit bersama, diperlukan perembukan selanjutnya.

Rusia masih tetap menginginkan penyelesaian lewat perundingan. Menlu Rusia Sergej Lavrov kembali menuntut pemerintah Iran agar kembali bekerjasama erat dengan Badan Energi Atom Internasional IAEA dan tidak lagi mengayakan uranium.
Dewan Keamanan PBB memberikan kepada Iran batas waktu sampai tanggal 28 April untuk menghentikan pengayaan uraniumnya, agar dengan demikian dugaan bahwa negara itu sedang mengembangkan senjata atom dapat disanggah. Kemudian pimpinan Badan Energi Atom Internasional, Mohammad El Baradei akan menyampaikan laporan baru kepada Dewan Keamanan. Laporan itulah yang akan menjadi landasan bagi pengambilan langkah selanjutnya.

Sehubungan dengan 'Hari Militer' di Iran, Presiden Mahmud Ahmadinejad Selasa (18/4) kemarin memperingatkan agar tidak dilakukan serangan terhadap negaranya. Iran tidaklah mencerminkan ancaman bagi negara manapun, tetapi kalau mendapat tantangan, Iran ibaratnya akan memotong tangan pelakunya, sehingga menyesali serangan yang dilancarkan.

Sebelum dilangsungkannya perembukan Moskow itu, di Washington Presiden Bush menegaskan keinginannya agar sengketa atom dapat diselesaikan lewat jalan diplomatik. Tetapi atas pertanyaan mengenai serangan militer dikatakannya, semua opsi sebenarnya sudah ada. Menurut keterangan pemancar berita AS CNN, perundingan atom Iran itu akan dilanjutkan hari ini (Rabu, 19/4). Selain AS, Rusia, Cina, Inggris, Perancis dan Jerman, akan berpartisipasi pula Kanada dan Italia.