Belajar Musik atau Bahasa Lain Buat Otak Lebih Efisien | Iptek | DW | 18.05.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Kesehatan

Belajar Musik atau Bahasa Lain Buat Otak Lebih Efisien

Itulah hasil penelitian sejumlah ahli dari hasil pengamatan dalam sebuah riset. Peserta riset menyelesaikan tugas singkat yang diberikan ilmuwan.

Jika Anda belajar memainkan alat musik atau belajar bahasa asing, Anda juga melatih otak untuk jadi lebih efisien. Demikian hasil sebuah studi.

Peneliti pada Baycrest's Rotman Research Institute menemukan, musisi dan orang-orang yang bisa berbicara lebih dari satu bahasa menggunakan lebih sedikit sumber daya dalam otak, jika menyelesaikan tugas mengingat.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Annals of the New York Academy of Sciences, jaringan otak yang digunakan berbeda, dan aktivitas otak saat menyelesaikan tugas juga tidak banyak.

Dr Claude Alain, salah satu penulis riset, menjelaskan, "Penemuan ini menunjukkan, musisi dan orang yang berbicara lebih dari satu bahasa tidak perlu berupaya sebanyak mereka yang bukan musisi dan hanya bicara satu bahasa." Ini bisa menjaga mereka dari berkurangnya kemampuan kognitif dan berawalnya demensia, kata Alain. Ia menambahkan, kedua ketrampilan itu bisa ikut membentuk bagaimana otak berfungsi, dan jaringan mana yang digunakan

Musisi dan orang yang bisa berbicara beberapa bahasa sudah lama dicatat punya kemampuan mengingat lebih besar daripada yang tidak punya kemampuan itu. Tapi sejauh ini ilmuwan belum bisa mengungkap penyebabnya.

Dalam studi itu, peneliti menganalisa otak 41 orang pada usia antara 19-35 tahun. Mereka ditempatkan dalam kategori: berbahasa Inggris dan bukan musisi, musisi yang hanya bisa berbahasa Inggris, dan orang yang bisa lebih dari satu bahasa, termasuk Inggris, tetapi tidak bisa memainkan instrumen musik apapun..

Aktivitas otak mereka semua dicatat ketika diminta untuk mengidentifikasi apakah sebuah suara, baik dari instrumen musik atau lingkungan atau manusia, sama seperti yang didengar sebelumnya.

Mereka juga diminta untuk mengidentifikasi apakah suara yang mereka dengar datang dari arah sama seperti suara sebelumnya.

Menurut riset itu, musisi mengingat tipe suara lebih cepat daripada orang dari grup lain. Sementara yang bisa memainkan alat musik dan berbicara beberapa bahasa lebih baik prestasinya ketika harus menentukan lokasi suara.

Sumber: independent (ml/hp)

 

Laporan Pilihan