Bekerja Paruh Waktu di Perusahaan Amazon di Jerman | BLOG: Eropa menurut warga Indonesia dan Indonesia di mata warga Eropa | DW | 21.06.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Blog

Bekerja Paruh Waktu di Perusahaan Amazon di Jerman

Banyak perusahaan yang memberikan kesempatan kerja pada masa liburan. Misalnya saja perusahaan Daimler dan Amazon. Kedua perusahaan ini hampir imbang dalam tingkat gaji per jam. Oleh Vera Manik.

Ada beberapa negara berkembang yang saat ini menerapkan sistem kerja paruh waktu. Sebut saja Taiwan, Malaysia, Hongkong dan Brunei Darussalam. Tetapi negara-negara maju sudah lama menerapkan kerja paruh waktu bagi mahasiswa atau siswa di atas usia 16 Tahun. Hal ini bertujuan untuk menutup keperluan tenaga kerja dan membantu mahasisa/siswa secara finansial dan menjadi mandiri.

Waktu berada di Jerman, sebagai seorang Sprachschülerin (siswa belajar bahasa Jerman) saya harus membiayai hidup sendiri tanpa bantuan orangtua. Perjuangan yang tidak mudah, tetapi menjadikan kita semakin dewasa dan bertanggungjawab.

Vera Manik | Amazon Augsburg (privat)

Vera Manik

Umumnya perusahaan-perusahaan Jerman membuka peluang setiap musim liburan Winter (musim dingin) dan Sommer (musim panas) untuk mahasiswa bekerja selama satu setengah bulan penuh. Mahasiswa asing juga diijinkan untuk bekerja selama liburan.

Sebenarnya, sepanjang tahun mahasiswa juga diijinkan bekerja paruh waktu, tetapi pendapatan per bulan dibatasi hanya sampai 500-600 Euro. Alasannya, karena kalau lebih banyak bekerja dapat menganggu aktifitas belajar mahasiswa atau siswa. Jadi, musim liburan adalah kesempatan untuk bekerja dan menghasilkan uang lebih dari 1000 Euro dan bisa ditabung untuk biaya beberapa bulan berikutnya.

Banyak perusahaan yang memberikan kesempatan kerja itu adalah perusahaan ternama dan raksasa di Jerman. Sebut saja seperti Daimler dan Amazon. Kedua perusahaan ini hampir imbang dalam pemberian gaji per jam.

Jadi waktu musim Winter tiba, saya melamar ke beberapa perusahaan seperti Daimler dan Amazon. Tetapi waktu itu saya diterima hanya di Amazon. Ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang belanja dan jasa pengiriman barang-barang online.

Perusahaan ini memiliki 5 unit perusahaan yang terletak dibeberapa kota, dan salah satunya terletak di kota Ausburg, daerah selatan Jerman. Perusahaan ini beroperasi 24 jam setiap hari.

Pekerjaan dibagi menjadi tiga bagian atau shift. Bagian pertama pagi hari 06:00-14:00 siang, bagian kedua 14:00-22:00 malam, dan bagian ketiga adalah shift malam dari 22:00-06:00 pagi.

Saya mendapatkan bagian pada shift malam hari dan upahnya lebih besar, berkisar 11,50 Euro per jam.

Awalnya saya merasa tidak percaya diri, karena bekerja diperusahaan besar dan berhadapan dengan kolega dari berbagai negara. Tetapi ternyata paradigmaku salah akan hal itu.

Hari pertama kami dipertemukan disebuah hotel berbintang tiga, yaitu Hotel Ibis. Kami ditempatkan di hotel itu selama satu setengah bulan, selama kami bekerja di Amazon. Jauh hari kami sudah diinformasikan melalui email tentang hal itu. Jadi tidak perlu pusing lagi mencari Wohnung (apartemen kos-kosan).

Hotel Ibis itu hanya terletak 2 km dari stasiun kota Ausburg. Tempatnya strategis dan sangat nyaman. Setiap kamar diisi dengan dua orang, ada double bed dan 1 kamar mandi.

Adapun fasilitas-fasilitas lainnya yang disediakan adalah:

1. Makan gratis pagi dan malam di restaurant hotel.

2. Tiket gratis bulanan untuk transportasi pulang/pergi kereta S-Bahn.

3. Gratis dalam seminggu diberikan 2 kali snack, buah dan minuman.

4. Bonus Voucher senilai 100 Euro.

Pekerjaan di Amazon bukanlah hal yang sulit. Pekerjaan dibagi dalam 3 bagian ruangan.

Ruang pertama: Ruang penyimpanan barang-barang. Tugas kami di sini adalah mengecek barang yang sudah dipesan lalu mengambil barang-barang tersebut dan memasukkannya kedalam keranjang besar dan membawanya ke mesin pengiriman barang di ruangan selanjutnya.

Ruang kedua: Ruang di mana kita menyampuli barang-barang yang sudah dipesan untuk dijadikan hadiah. Nah asyiknya, semua sudah diatur dalam computer, baik warna maupun jenis karton apa yang akan kita gunakan. Jadi memudahkan pekerjaan kita.

Ruang ketiga: Ruang mendata ulang, mengecek barang apakah rusak, dan terakhir mengirim barang tersebut ke konsumen.

Menurut pandanganku, perusahaan Amazon adalah salah satu perusahaan yang memberikan fasilitas luar biasa pada karyawannya, dan gaji per jam itu sudah cukup lumayan tinggi bagi mahasiswa/siswa yang kerja paruh waktu.

Jadi bagi para mahasiswa yang sedang bingung cari pengalaman dan penghasilan tambahan, cobalah melamar ke perusahaan ini.

Saya sungguh bersyukur pernah bekerja paruh waktu di perusahaan ini karena mendapatkan gaji lumayan besar, bisa menginap dihotel setara manager fasilitas, bertemu teman-teman dari berbagai negara.

Yang jugapenting adalah pengalaman pernah jadi bagian dari team kerja ini, karena di sana tidak ada bos dan karyawan, tetapi semua sebagai bagian dari satu team kerja yang solid. Saya juga bisa banyak belajar tentang logistik jasa pengiriman barang.

 

*Vera Manik pernah menjadi Sprachschülerin (peklanar bahasa Jerman) di Universitas Bremen

**DWNesiaBlog menerima kiriman blog tentang pengalaman unik Anda ketika berada di Jerman atau Eropa. Atau untuk orang Jerman, pengalaman unik di Indonesia. Kirimkan tulisan Anda lewat mail ke: dwnesiablog@dw.com. Sertakan 1 foto profil dan dua atau lebih foto untuk ilustrasi. Foto-foto yang dikirim adalah foto buatan sendiri.

 

Laporan Pilihan