Banjir dan Longsor Tewaskan Ratusan Orang di Sumatra
Siklon Tropis Senyar menyebabkan hujan deras dan banjir dahsyat di Sumatra. Ratusan orang tewas dan banyak korban hilang. Tim penyelamat terus bekerja tanpa henti.

Foto udara wilayah yang terdampak
Setelah banjir besar dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, 442 orang dilaporkan tewas. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari 400 orang masih hilang. Sekitar 290.000 orang di ketiga provinsi tersebut kehilangan rumah dan membutuhkan bantuan.
Mereka yang kehilangan
Hujan deras turun selama lebih dari dua hari, yang disebabkan siklon Senyar,embuat air sungai meluap. Pada foto nampak gelondongan kayu pohon yang hanyut ke pantai Air Tawar di Sumatra Barat. Penebangan liar diduga telah mengurangi daya tampung air tanah dan memperparah dampak bencana ini.
Proses penyelamatan yang sulit
Cuaca yang membaik di akhir pekan (29-30 November) membuat tim penyelamat dapat memperluas operasi pencarian, melakukan penyelamatan, dan mengevakuasi korban dari reruntuhan. Pada saat yang sama, tim penyelamat berusaha mencapai wilayah-wilayah yang rusak parah dan terputus akibat longsor dan banjir bandang.
Bantuan sedang didistribusikan
Setelah diguyur hujan lebat, akses ke beberapa wilayah di Sumatra dengan gunung api aktif dan pegunungan terjal sempat terputus. Jalan yang hancur dan jalur komunikasi yang terputus membuat daerah-daerah yang terkena dampak hanya dapat dijangkau dengan transportasi udara.
Keadaan darurat
Di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, hampir 80 orang hilang di tiga desa, tertimbun berton-ton lumpur dan batu. Alat berat sangat dibutuhkan untuk mengevakuasi korban yang tertimbun. Pihak berwenang menetapkan keadaan darurat hingga 11 Desember.
Rumah yang hancur
Berlokasi di “Cincin Api Pasifik”, sabuk gunung berapi dan zona patahan geologis di Pasifik, membuat Indonesia rentan dilanda bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.