Membuat Bangunan Tinggi dari Kayu bagi Masa Depan | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 02.10.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

lingkungan hidup

Membuat Bangunan Tinggi dari Kayu bagi Masa Depan

Beton jadi bahan utama bangunan. Tapi kerugian yang ditimbulkan makin dirasakan orang. Kini tren membangun dengan kayu sudah bermunculan, misalnya di Berlin.

gambar menunjukkan bangunan bertingkat dari kayu

Ilustrasi bangunan tinggi masa depan dari kayu

Makin banyak orang tidak ingin tinggal di bangunan beton. Melainkan rindu untuk bermukim di bangunan kayu. Satu dari lima bangunan di Jerman, kini juga sudah dari konstruksi kayu. Apa penyebabnya?

Arsitek Farid Scharabi mengungkap, "Semua orang yang masuk ke bangunan dari kayu langsung terpukau dengan kualitas dan atmosfer bangunan."

Manajer Perusahaan Kontraktor UTB Thomas Bestgen, mengemukakan,"Jika Anda masuk ke sebuahrumah kayu yang sudah selesai, sejak hari pertama Anda sudah merasa senang, dan merasakan atmosfer bermukim yang sangat berbeda.“

Bangunan kayu lebih cantik dan baik bagi lingkungan

Begitu juga di sini. Di Woho, bangunan dari kayu tertinggi di Jerman. Tingginya 98 meter, dan terdiri dari 29 lantai. Proyek-proyek semacam ini sekarang sudah ada di mana-mana di dunia. Ini ibaratnya proyek mercusuar. Dan ibukota Jerman, Berlin tentu ikut serta.

Tonton video 04:16

Kayu untuk Bangunan: Simpan CO2 dan Cantik

Negara bagian Berlin memutuskan untuk menggunakan kayu bagi seluruh bangunan di sebuah area, yaitu Kurt-Schuhmacher-Quartier, ungkap Thomas Bestgen. Gedung sekolah harus 100% dari kayu. Ini langkah yang benar, kata Bestgen, dan menekankan, kita harus memperhitungkan netralitas iklim di kota-kota.

“Dan sebagai materi, kayu tentu sangat menolong. Kayu selama ratusan tahun mengikat CO2, dan jika digunakan untuk bangunan, CO2 tetap terikat. Itu bedanya dengan beton."

Penggunaan kayu bermunculan di perkotaan

Namun beton tetap saja jadi materi utama bangunan. Di Berlin juga baru dibangun area yang hampir 100% bangunannya dari beton. Hanya sebuah rumah yang sebagiannya akan berkonstruksi kayu.

Bangunan itu akan selesai akhir tahun ini. Fundamen dan tangganya dari beton, dan bagian lainnya dari kayu. Arsitek Farid Scharabi sudah membuatnya sejak lebih dari 10 tahun lalu, ini salah satu yang pertama di Berlin.

Pelopor bangunan kayu

"Kami memang pionir, dan kami juga menghadapi banyak tantangan seperti juga pionir lain. Kami berusaha membuka jalan, dan melewati rintangan,“ kata Farid Scharabi.

Ia bertutur, kantor arsiteknya juga harus berjuang melawan pihak-pihak yang menentang, juga di badan pemerintah. Mereka harus membuat tim perencana, dan harus meyakinkan pemborong. “Awalnya sama sekali tidak mudah."

Sebuah bangunan dari kayu, yang terdiri dari 40 bagian, jadi proyek terbaru Scharabi. Dengan proyek itu, timnya masuk tahap final penghargaan keberlanjutan 2021 di Jerman.

“Dulu waktu kami tertarik pada kayu, jujur saja, alasannya bukan ekologis. Itu tahun 2007.“ Pertama kali ia terpikir untuk membangun dengan kayu tahun 2005, adalah karena aspek estetisnya. Ia rasa kayu sangat cantik. “Kesadaran bahwa kayu juga menyimpan CO2, dan dalam jumlah sangat besar, itu baru muncul belakangan,“ jelas Scharabi.

Jaga kelestarian bagi semua lapisan masyarakat

Dalam bangunan tinggi dari kayu, yang disasar juga bukan hanya jejak ekologis. Ini tidak boleh jadi "menara" bagi orang super kaya. Yang tinggal di sini harus orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat.

"Ini soal tinggal bertetangga, tinggal bersama.“ Itu ditekankan Thomas Bestgen. “Jika orang ikut dalam proyek seperti ini, tentu orang juga harus punya sikap tertentu.“ Karena kayu sesuatu yang hidup. Kayu bergerak, kayu bisa retak. Orang harus bisa menghadapinya, dan orang harus bersedia, kata Bestgen.

Untuk itu orang harus menebang pohon. Juga orang harus bertanya kepada diri sendiri: apa yang bersifat melindungi iklim jika kita menebang pohon?

"Yang tepat, kita tidak boleh menebang sampai tidak ada pohon lagi yang tumbuh. Sebaliknya kita harus memilih sumber yang bisa digunakan di Jerman dan Eropa Tengah,“ dijelaskan Bestgen sambil menambahkan, kalau kayu berasal dari luar kawasan itu, pasti sudah tidak bersifat berkelanjutan seperti yang kita inginkan.

Pada lahan bangunan di pusat kota Berlin, persiapan masih dilakukan. Tahun 2026 bangunan tinggi itu rencananya akan selesai. (ml/yp)