Ban Ki-Moon Calon Kuat Untuk Jabatan Sekjen PBB | Fokus | DW | 03.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Ban Ki-Moon Calon Kuat Untuk Jabatan Sekjen PBB

Hari Senin (02/10) digelar putaran pemilihan informal di tingkat Dewan Keamanan PBB. Menlu Korea Selatan keluar sebagai calon kuat pengganti Sekjen PBB Kofi Annan.

Menlu Korea Selatan Ban Ki-Moon

Menlu Korea Selatan Ban Ki-Moon

Kemungkinan besar Menteri Luar Negeri Korea Selatan Ban Ki-Moon menjadi Sekretaris Jenderal baru untuk PBB sekaligus menggantikan Kofi Annan yang kini masih menduduki tampuk jabatan organisasi raksasa itu. Dalam putaran pemilihan informal di tingkat Dewan Keamanan, Ban memperoleh 14 suara setuju dari 15 suara dan dukungan penuh dari kelima pemilik hak veto. Ban Ki-Moon adalah satu-satunya calon yang tidak mendapat suara yang menentang. Walau putaran ini tidak mengikat, nampaknya Dewan Keamanan tidak mengajukan seorang calon lainnya. John Bolton Duta Amerika Serikat untuk PBB mengatakan:

Kami menunggu ada calon lainnya, namun kami tidak mendapat kabar mengenainya. Tidak ada spekulasi adanya calon lain. Saya akan terkejut, jika sekarang muncul seorang calon baru.”

Tanggal 9 Oktober mendatang akan digelar putaran terakhir yang menentukan secara resmi, siapa yang menjadi sekjen PBB kedelapan, sejak tahun 1946. Sementara masa jabatan Kofi Annan berakhir tanggal 31 Desember ini. Nampaknya Ban Ki-Moon bakal menjadi orang Asia pertama yang menjabat sebagai Sekjen PBB, sejak U-Thant dari Burma, tahun 1961.

Duta Besar Cina untuk PBB Wang Guangya mengomentari terpilihnya Ban Ki-Moon dalam putaran ini:

Dengan sangat jelas putaran ini menunjukkan, bahwa Menteri Ban Ki-Moon adalah calon terkuat, yang mendapat dukungan dari Dewan Keamanan dan Sidang Umum.”

Sidang Umum yang terdiri 192 anggota akan memilih kandidat sekretaris jenderal yang diajukan Dewan Keamanan. Shasi Tahoor dari India, yang sebelumnya diisukan sebagai pengganti kuat Kofi Annan, namun mengundurkan diri karena gagal di putaran pertama, mengatakan, bahwa sudah pasti Ban Ki-Moon menjadi Sekjen PBB.

Ban Ki-Moon lahir sebagai anak petani pada tahun 1944. Setelah mengakhiri studinya jurusan Hubungan Internasional di Harvard , ia mengawali karirnya di Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Kemudian bekerja sebagai diplomat di Washington dan di PBB, lalu menjadi duta besar di Austria dan Brasil. Ban Ki-Moon dikenal sebagai seorang diplomat yang ramah, sopan dan ulet. Sejak 2004 ia menjabat sebagai menteri luar negeri. Disamping bahasa Inggris, Ban menguasai bahasa Jerman, Prancis dan Jepang.

“Kami sangat respek kepada Menteri Ban Ki-Moon. Kami mengenalnya sejak Washington dan New York. Kami sangat menghargainya baik secara profesional maupun pribadi.”

Tak diduga, ternyata John Bolton, Duta Amerika Serikat, dapat melontarkan pujian juga. Namun, ada makna yang terselubung di balik pernyataan Bolton. Ban Ki-Moon memenuhi segala harapan Amerika Serikat. Ia diharapkan, berlaku sebagai menejer PBB, dan bukan seorang politisi seperti Kofi Annan.