Balon Raksasa Boneka Bayi Trump Jadi Koleksi Museum of London | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 19.01.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Koleksi Museum

Balon Raksasa Boneka Bayi Trump Jadi Koleksi Museum of London

Pertama kali muncul menjelang kunjungan Donald Trump ke London, balon besar ini sekarang akan menjadi koleksi Museum of London, di bagian koleksi aksi protes.

Balon bayi Trump di aksi protes London, Juli 2018

Balon bayi Trump di aksi protes London, Juli 2018

Balon besar berisi helium yang menggambarkan Presiden AS Donald Trump sebagai bayi berwarna oranye akan disimpan di salah satu museum paling populer di Inggris, Museum of London.

"Dengan mengoleksi balon bayi ini, kami dapat menandai gelombang perasaan yang menyapu kota hari itu, dan menangkap momen perlawanan tertentu,'' kata direktur Museum of London, Sharon Ament hari Senin (18/1).

Balon udara itu menunjukkan Donald Trump yang mengenakan popok dengan ekspresi masam. Balon ini pertama kali menghiasi langit kota London tahun 2018, ketika para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di London menjelang kunjungan presiden AS ke kota mereka.

Balon boneka bayi Trump di London, Juli 2018

Balon boneka bayi Trump siap mengudara pada aksi protes di London, Juli 2018

Diabadikan di Museum of London

Sejak itu, balon bayi Trump telah melakukan perjalanan terbang ke beberapa negara seperti Prancis, Argentina, Irlandia, dan Denmark, untuk bergabung dengan aksi protes di sana.

"Setelah berkeliling dunia, balon baby Trump Baby sekarang menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya, Museum London, di mana dia akan diabadikan, dan mungkin dipajang di gedung baru museum di masa depan," kata Museum of London dalam sebuah pernyataan.

Balon itu akan menjadi bagian dari koleksi aksi-aksi protes museum, yang antara lain mempelihatkan aksi menuntut hak pilih perempuan, protes menentang perang di Irak pada awal 2000-an, serta aksi-aksi demonstrasi perubahan iklim.

Didanai secara gotong royong

Pembuat balon udara yang didanai lewat crowdfunding itu mengatakan, balon itu sekarang akan menjadi pengingat perang melawan 'politik kebencian.'

"Kami berharap pada lokasi barunya di museum, bayi ini akan menjadi pengingat, tidak hanya ketika London berdiri menentang Trump - tetapi juga akan mendorong mereka meninjau lagi bagaimana mereka dapat melanjutkan perjuangan," kata kelompok pembuatnya.

Gagasan membuat balon bayi Trump itu muncul ketika sekelompok teman bertemu di sebuah pub London untuk membahas bagaimana mereka bisa menyampaikan aspirasi untuk menentang kebijakan Donald Trump. Mereka lalu menemukan karikatur, yang menunjukkan bayi dengan popok yang sedang berteriak sambil memegang ponsel, dengan warna dan potongan rambut Trump yang khas.

hp/ml  (rtr, ap, dpa)

Laporan Pilihan