Bagaimana Cara Kurangi Resiko Terkena Penyakit Diabetes? | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 15.09.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Kesehatan

Bagaimana Cara Kurangi Resiko Terkena Penyakit Diabetes?

Tahun 2017, lebih dari 450 juta orang di dunia menderita diabetes. Gaya hidup yang sehat dapat membantu mencegah diabetes tipe 2. Hasil dua penelitian yang baru dipublikasikan mengungkap caranya.

Dalam penelitian yang menggunakan tikus, peneliti di Toho University Graduate School of Medicine di Jepang menemukan bahwa kehilangan hanya satu malam atau enam jam tidur sudah mampu meningkatkan risiko diabetes Tipe 2.

Kelompok tikus yang kekurangan tidur memiliki kadar gula darah yang jauh lebih tinggi, dan produksi trigliserida di hati juga meningkat. Trigliserida adalah lemak yang terkait dengan resistensi insulin, ciri khas diabetes.

Selain itu, kurang tidur menyebabkan perubahan dalam enzim hati yang bertanggung jawab untuk mengatur metabolisme hati.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur jelas merupakan faktor risiko diabetes. Oleh karena itu, rutinitas tidur yang baik penting untuk mencegahdiabetes pada orang dengan risiko yang sudah meningkat.

Dosis harian gandum atau gandum hitam juga dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Dalam sebuah penelitian besar, para peneliti di Chalmers University of Technology di Swedia dan Pusat Penelitian Masyarakat Kanker Denmark menganalisis kebiasaan makan lebih dari 55.000 peserta bebas diabetes.

Para peserta diminta untuk membuat daftar jenis produk gandum yang mereka konsumsi setiap hari. Barang-barang yang tercantum, termasuk roti, muesli dan bubur.

Setelah 15 tahun, para peneliti melanjutkan eksperimen dengan para peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan gandum setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes Tipe 2.

"Pada gandum hasil penelitiannya jelas. Di antara banyak penelitian yang telah dilakukan, dalam berbagai kelompok orang di seluruh dunia, belum ada satu studi pun yang telah menunjukkan efek kesehatan negatif," ini kesimpulan Rikard Landberg, peneliti senior studi ini. (vlz/ml)

Laporan Pilihan