Badai Aneh Penyebab Kecelakaan Lion Air? | indonesia | DW | 15.04.2013
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Badai Aneh Penyebab Kecelakaan Lion Air?

Hujan badai menyelimuti Lion Air sesaat sebelum kecelakaan. Itulah kesaksian seorang penumpang yang menggambarkan bahwa badai itu membuat langit kelihatan seperti “malam hari”.

Pesawat Lion Air bablas dari landas pacu, tergelincir mendarat ke laut dan terbelah dua. Puluhan dari 108 orang yang ada di pesawat itu luka-luka, namun tidak ada korban jiwa.

“Persiapan mendarat sudah mulus,“ kata seorang pebisnis asal Prancis Jean Grandy, 49 tahun yang menambahkan bahwa pendaratan berlangsung mulus.

Bahkan tidak ada penambahan kecepatan, hanya beberapa meter ke kiri untuk mencapai landas pacu.

Badai Aneh

“Lalu tiba-tiba, awan menyelimuti. Guyuran air menyelimuti, hujan yang sangat deras. Itu hanya sekitar dua atau tiga menit, (Langit-red) hampir seperti malam, meski hanya beberapa saat sebelumnya matahari bersinar.”

Kesaksian itu mendukung pendapat beberapa analis sebelumnya bahwa kecelakaan pesawat itu disebabkan oleh badai aneh, sekaligus membantah spekulasi adanya kesalahan pilot atau adanya masalah dengan Boeing 737-800 yang baru dibeli itu.

Orang Prancis yang memiliki sebuah pabrik sepatu itu baru saja bepergian dari Bandung menuju Bali tempat dia tinggal.

Grandy mengatakan “Para awak luar biasa. Mereka bertanggungjawab dan baru meninggalkan pesawat saat semua orang sudah keluar dari pesawat”.

“Tidak ada alasan obyektif untuk berpikir bahwa maskapai lain akan bisa melakukan yang lebih baik. Itu adalah sebuah fenomena yang luar biasa – guyuran air turun dari langit.”

Kecelakaan itu tidak membuatnya berhenti menggunakan Lion Air -- ia berencana mengambil penerbangan murah dari Bali ke Jakarta pada Rabu mendatang.

Lolos Uji Narkoba

Pilot dan co-pilot Lion Air itu sebelumnya telah dinyatakan lolos dari uji narkotika. Hasil uji urine atas mereka negatif, kata seorang pejabat di Kementerian Transportasi, meski mereka akan melakukan uji rambut untuk mempertegas hasil pemeriksaan medis.

Sebelumnya seorang pejabat Lion Air telah mengatakan bahwa pilot asal Indonesia Mahlup Gozali, yang telah punya lebih dari 10 ribu jam terbang, serta co-pilot Chiraq Carla yang berasal dari India, berada dalam keadaan sehat untuk melakukan penerbangan.

Uji narkotika adalah hal rutin yang biasa dilakukan setelah kecelakaan penerbangan, meski sebelumnya paling sedikit ada tiga pilot Lion Air yang ditangkap sejak 2011, karena ketahuan mengkonsumsi atau memiliki narkotika jenis methamphetamine.

Para pejabat dan tim penyelidik, hingga kini masih mencari tahu mengenai penyebab kecelakaan. Meski sejumlah analis berspekulasi seputar adanya “pergeseran arah angin”, atau dorongan yang kuat dari awan badai.

Seorang petugas di bandara Ngurah Rai mengatakan bahwa meski saat terjadinya kecelakaan cuaca berawan, namun secara umum baik.

ab/hp (afp/dpa/ap)

Laporan Pilihan