Austria bongkar jaringan pornografi anak di internet | Sosial | DW | 08.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Austria bongkar jaringan pornografi anak di internet

Tanpa rasa bangga, Menteri Dalam Negeri Austria Günther Platter hari Rabu (07/02)mengungkapkan: "Pembongkaran kasus pornografi anak-anak ini merupakan yang terbesar di Austria."

Banyaknya orang yang mengklik situs penjaja pornogragrafi anak justru membuatnya berang. Dokumen dan bahan bukti yang terkumpul oleh tim investigasi Austria memang menggunung, bila dicetak mencapai sekitar empat juta halaman folio. Namun tampaknya, pelanggaran hukum tersebut berlangsung tanpa sepengetahuan perusahaan internet Austria yang diinvestigasi itu. Disebutkan, ada pihak tidak dikenal di Inggris yang memasang video-video seks anak pada server di Wina itu.

Peminat video-video ini sangat banyak, nyatanya dalam kurun 24 jam terhitung ada 8.000 klik yang berasal dari 77 negara. Tim penyelidik melaporkan telah mengidentifikasi hampir 2.500 orang tersangka. Lebih dari separuhnya berada di Amerika Serikat dan Eropa. Menurut juru bicara kepolisian Austria, Harald Gremel, ia sudah menerima sejumlah pengakuan dari warga Austria.

Gremel mengatakan, “Usia tersangka pengguna situs itu berusia 17 tahun, dan yang paling tua berusia 69 tahun. Diantaranya ada anak sekolah, mahasiswa, pelajar, tunakarya, pensiunan, dan juga tukang listrik dan pejabat.”

Berkotak-kotak bahan bukti yang berupa CD, DVD dan kaset video dalam jumlah ribuan, serta komputer dan laptop diteliti. Jejaknya menunjuk kepada pelaku yang berasal dari sebuah negara di kawasan bekas Uni Soviet. Kepala tim investigasi Erich Zwettler mengatakan, "Artinya, pelecehan seksual terhadap anak-anak itu berlangsung di Eropa Timur. Namun ada trend bahwa hal sama terjadi di negara-negara Asia Tenggara, khususnya Sri Lanka, Korea dan Vietnam.“

Hal ini memang sudah berbukti. Hari Kamis (08/02) ini di Hong Kong, Sailing Lau, seorang pengusaha HongKong yang sudah berkeluarga dijatuhi hukuman penjara, setelah tahun lalu tertangkap memiliki materi pornofografi anak yang meliputi lebih dari 27 ribu foto dan hampir 500 klip video.