Australia Terancam Kekeringan | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 11.07.2008
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Sosbud

Australia Terancam Kekeringan

Lahan pertanian yang paling penting di Australia terancam kekeringan - sejak lama kawasan tersebut mengalami kekurangan air. Kalangan pakar dan politisi memperingatkan untuk memangkas emisi CO2.

Kevin Rudd, PM Australia

Kevin Rudd, PM Australia

Lahan pertanian terbesar di Australia, yakni di kawasan lembah Murray-Darling terancam bencana perekonomian dan ekologi. Jika situasi ini tidak segera ditangani, kerusakan lingkungan yang dapat terjadi pada sistem perairannya tidak akan bisa diperbaiki. Demikian disebutkan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan komisi Murray-Darling, yang dipublikasikan baru-baru ini. Kawasan tersebut mengalami kekeringan sejak sepuluh tahun lalu akibat musim kering yang paling parah di abad ini. Neil Plummer dari Pusat Iklim Nasional mengatakan kepada radio Australia:

"Antara Februari dan Juni kami mencatat volume curah hujan paling sedikit untuk kedua kalinya di kawasan lembah Murray-Darling. Menurut data yang kami punya hal ini pertama kali terjadi di awal abad ke-20. Volume curah hujan yang begitu sedikit sangat mengerikan."

Kedua sungai terbesar Australia yang membentuk yang disebut lembah Murray-Darling, yang terletak di bagian selatan dan tenggara Australia, hampir kekeringan. Di berbagai kota penggunaan airnya dijatah untuk menghindari berkurangnya ketersediaan air minum. Lahan yang paling terancam terutama padang rumput dan lahan penanaman gandum di selatan Australia. Sedangkan lebih dari 40 persen lahan pertanian Australia terdapat di kawasan tersebut. Karena Australia merupakan pengekspor padi-padian terbesar ketiga di dunia, kekurangan hasil panen yang dialami Australia berdampak pada harga padi di pasar dunia.

Sementara sebagai produsen susu, Australia sudah tidak diperhitungkan lagi akibat kekeringan yang berkepanjangan. Hal ini berdampak pada harga susu. Menurut prediksi para pakar, bidang pertanian di kawasan lembah Murray-Darling bisa mengalami keruntuhan di akhir abad ini.

Sejumlah ilmuwan sudah memperingatkan pemerintah Australia, kekeringan di lembah Murray-Darling tidak mungkin bisa ditangani lagi jika sampai bulan Oktober mendatang pemerintah tidak bertindak. Sedangkan sidang darurat berikutnya yang diselenggarakan untuk negara bagian yang terkena bencana dengan pemerintah pusat, baru akan digelar bulan November mendatang. Sementara Perdana Menteri Kevin Rudd mengatakan:

"Ini merupakan sebuah tantangan besar bagi seluruh rakyat Australia. Karena masalah ini tidak hanya menyangkut kita sekarang, akan tetapi semua generasi yang akan datang. Memang paling mudah tidak berbuat apa-apa, namun hal ini tidak mungkin dilakukan orang Australia, jika melihat anak dan cucu kita. Kita harus berbuat sesuatu. Kalau tidak, perekonomian kita akan jatuh. Dengan berkurangnya lahan pekerjaan di bidang pertanian dan pariwisata, itu akan berdampak pada perekonomian kita. Namun kita harus ingat pada keutuhan lingkungan kita, agar generasi berikutnya tetap bisa hidup seperti kita sekarang ini."

Akibat utama yang menyebabkan bencana kekeringan ini adalah emisi karbon dioksida. Berdasarkan penghitungan kementerian lingkungan hidup Australia suhu rata-rata untuk negara bagian Victoria sampai tahun 2070 bisa meningkat hingga 3 derajat, bila emisi CO2 tidak dipangkas secara drastis. Setiap peningkatan suhu berarti, semakin jarang hujan turun di kawasan lembah Murray-Darling. (an)