Australia Sambut Pengakuan Bersalah Hicks | dunia | DW | 28.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Australia Sambut Pengakuan Bersalah Hicks

Proses pertama pengadilan militer Amerika Serikat terhadap tahanan di Guantanamo berakhir dengan pengakuan bersalah David Hicks. Dengan harapan ia dapat segera meninggalkan Guantanamo dan menjalani hukumannya di penjara Australia, negara asalnya.

Sketsa proses persidangan David Hicks

Sketsa proses persidangan David Hicks

Pemerintah Australia menyambut gembira pengakuan bersalah tahanan di penjara Guantanamo Kuba, David Hicks. Pria warga Negara Australia berusia 31 tahun itu sudah mendekam di penjara militer tersebut lebih dari 5 tahun.

Ia diduga teroris setelah secara sukarela berjuang untuk Taliban dan bulan November 2001 ditangkap di Afghanistan oleh pasukan aliansi. Pada awal proses pengadilan, Hicks menyatakan dirinya bersalah mendukung perjuangan Taliban melawan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Ini membuat kasus David Hicks dapat segera berakhir, demikian dikatakan Perdana menteri Australia John Howard di parlemen di Canberra.

“Pemerintah Australia merasa prihatin atas waktu yang berlarut-larut hingga mencapai titik tersebut. Tapi kami merasa lega dengan kemajuan yang dicapai kasus ini. Kami selalu ingin agar Hicks mendapat keadilan dan sungguh disayangkan hal ini berlangsung begitu lama.”

Bagi Hicks pengakuan bersalahnya berarti ia mungkin dapat segera dibebaskan dari Guantanamo dan menjalani hukumannya di penjara Australia. Tentang hal ini Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer menyampaikan kepada radio Australia:

"Itu urusannya sendiri, ia tentu sudah membicarakannya dengan pengacaranya. Kemungkinan besar dalam waktu dekat, ia dapat meninggalkan Guantanamo dan kembali ke Australia, karena kami memiliki kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat, bahwa Hicks dapat menjalani hukumannya di penjara Australia.”

Bagi pihak oposisi, pledoi David Hicks bukanlah pengakuan bersalah yang murni. Hicks melakukan hal itu hanya agar dapat segera keluar dari Guantanamo. Demikian menurut ketua partai hijau Australia, Bob Brown.

“Di ruang pengadilan David Hicks melihat saudara perempuan dan ayahnya. Ini menimbulkan keinginan untuk secepat mungkin kembali ke rumah. Hal itu mendorongnya untuk mengakui kesalahannya. Itu tidak dapat dipandang sebagai pengakuan kesalahan. Terutama karena tuduhan tersebut sama sekali tidak ada dalam sistim hukum Australia.”

Kasus David Hicks dapat berperan dalam tema pemilihan umum akhir tahun ini. Dalam beberapa bulan terakhir di media massa Australia semakin besar kritik, bahwa pemerintah kurang bertindak dalam upaya membebaskan David Hicks dari penjara militer Amerika Serikat di Guantanamo Kuba.

Iklan