Atasi Aturan Perkuliahan di Jerman dengan Berprestasi di Kampus | KAMPUS: Tentang kehidupan mahasiswa Indonesia di Jerman | DW | 27.04.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Kampus

Atasi Aturan Perkuliahan di Jerman dengan Berprestasi di Kampus

Berkuliah di Jerman bukan tanpa rintangan. Berbagai macam aturan perkuliahan dapat menjadi permasalahan tersendiri bagi para pelajar khususnya mahasiswa asing. Reynaldi berbagi tips dan trik atasi hal tersebut.

Reynaldi Adias Dhaneswara telah lima tahun tinggal di Jerman untuk menyelesaikan studinya. Ia telah menempuh sekolah bahasa dan Studienkolleg (kelas penyetaraan). Dan kini sedang menempuh kuliah Bisnis Internasional di Technische Hochschule (TH) Köln.

"Saya suka berkuliah di sini karena bisa ketemu banyak teman-teman internasional dan dapat melatih kemampuan pribadi di lingkungan internasional,” kata mahasiswa asal Yogyakarta tersebut. Tetapi selama ia tinggal sebagai pelajar di Jerman, tidak hanya suka yang ia temukan namun juga duka soal aturan perkuliahan di Jerman.

Reynaldi Dhaneswara (DW/Y. Pamuncak )

Reynaldi memiliki pekerjaan sampingan sebagai kurir makanan.

"Kita harus tahu bahwa sebagai mahasiswa asing di Jerman hanya diberikan waktu menyelesaikan studi dari mulai sekolah bahasa, Studienkolleg, hingga menyelesaikan kuliah selama 10 tahun,” ujarnya. Bila melebihi batas waktu tersebut pihak imigrasi mungkin saja memulangkan mahasiswa tersebut ke negara asal.

Tidak hanya itu, sebagai mahasiswa asing di Jerman, izin tinggal atau visa pelajar yang sifatnya sementara akan dievaluasi berdasarkan performa mahasiswa di kampus oleh pihak imigrasi setiap satu atau dua tahun sekali. Bila performa tidak sesuai seperti yang diprogramkan jurusan perkuliahan, pihak imigrasi akan mempertanyakan hal tersebut kepada mahasiswa terkait dan perpanjangan visa bisa saja ditolak. "Jadi di sini ada korelasi antara visa dan performa di kampus," katanya.

Reynaldi Dhaneswara (DW/Y. Pamuncak )

Pintar mengatur waktu adalah salah satu kunci keberhasilan berkuliah di Jerman.

Aturan ujian kampus di Jerman juga ketat. Bila seorang mahasiswa tidak lulus dalam tiga kali kesempatan ujian pada suatu mata kuliah, mahasiswa tersebut akan dikeluarkan dari kampus dan harus mencari jurusan di kampus lain yang tidak bermuatan mata kuliah yang telah gagal di kampus sebelumnya.

Maka dari itu Reynaldi berpesan kepada calon mahasiswa yang ingin berkuliah di Jerman agar pintar-pintar mengatur waktu untuk belajar, bekerja dan bermain.  "Sebagai mahasiswa di sini harus fokus terhadap kuliah. Tekad selesaikan studi harus dibangun. Dengan begitu kelulusan kuliah dapat diselesaikan sesuai kurun waktu yang diberikan dan waktu tidak terbuang sia-sia begitu saja,” ujarnya. yp/na

*Simak serial khusus #DWKampus mengenai warga Indonesia yang menuntut ilmu di Jerman dan Eropa di kanal YouTube DW Indonesia. Kisah putra-putri bangsa di perantauan kami hadirkan untuk menginspirasi Anda.

Laporan Pilihan