AS tuntut Irak lebih bertanggung jawab | dunia | DW | 20.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS tuntut Irak lebih bertanggung jawab

Dalam kunjungannya yang ketiga setelah menjabat Menteri Pertahanan AS, Robert Gates hari Jumat menegaskan bahwa Amerika Serikat berada diujung kesabarannya. Ia memperingatkan, pasukan Amerika Serikat tidak akan selamanya berada di Irak.

Di Baghdad 80 ribu pasukan gabungan Amerika Serikat dan Irak kini melancarkan operasi khusus setelah rangkaian serangan bom pekan ini menewaskan ratusan orang. Desakan meningkat terhadap pemerintahan Irak untuk lebih berinisiatif menghentikan konflik sektarian di negara itu.

Amerika Serikat memiliki komitmen jangka panjang kepada Irak, namun komitmen ini tidak berarti para lelaki dan perempuan muda anggota militer Amerika Serikat akan selamanya berpatroli mengamankan jalan-jalan Irak. Demikian dikatakan Menteri Pertahanan AS, Robert Gates kepada media. Ia mengatakan,

„Ini bukan komitmen yang tidak akan berakhir. Presiden Bush mengatakan bahwa kesabaran Amerika Serikat ada batasnya. Saya cukup tegas menyampaikan pesan ini kepada pihak Irak.“

Gates sebelumnya sudah bertemu dengan Perdana Menteri Irak Nuri El Maliki. Ia menerangkan, tujuan strategi keamanan yang dilancarkan Baghdad dan didukung pasukan Amerika Serikat ini guna memberikan peluang kepada Maliki untuk mengambil tindakan politik. Bukan untuk menyelesaikan konflik itu sendiri.

Menurut Gates, pemerintah Irak perlu mengulurkan tangan kepada kaum Sunni. Gates menekankan, uluran tangan ini sangat penting karena membuka jalan untuk menghentikan kekerasan yang telah mengorbankan puluhan ribu warga Irak.

Ia juga menyarankan agar pemerintah Irak mensahkan legislasi mengenai rekonsiliasi politik. Selain itu penghasilan dari minyak bumi bisa dibagi antara a kelompok Sunni, Shiah dan Kurdi.

Pemerintah Irak sebaiknya tidak melakukan reses musim panas bila perturan itu belum disahkan. Demikian anjuran Pertahanan AS Robert Gates. Ia mengatakan,

„Terus terang saja saya ingin melihat kemajuan yang lebih cepat. Peraturan-peraturan ini tidak akan langsung mengubah situasi saat ini, namun saya kira tindakan ini mengirimkanpesan bahwa ada keinginan untuk bekerja sama dengan semua pihak.“

Sebelum meninggalkan zona hijau Baghdad dengan helikopter, Gates masih menemui Presiden Irak, Jalal Talabani dan kedua wakil presidennya Tareq al Hashimi dan Adel Abdel Mahdi.

Berempat mereka kembali membicarakan pentingnya rekonsiliasi nasional. Dibahas juga peluang untuk mengintegrasi mantan pendukung Saddam Hussein ke dalam pemerintahan agar mengurangi sakit hati yang selama ini memicu pemberontakan.

Di pihak lain, Gates menyadari bahwa rangkaian serangan belakangan ini telah menghambat proses reskonsiliasi. Rangkain pemboman di ibukota Baghdad hari Rabu menewaskan hampir 200 orang. Salah satu bom yang meledak di antara pemberhentian bis dan pasar yang ramai pengunjung mengakibatkan 140 orang terbunuh.

Iklan