1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

AS Tinggalkan Dewan HAM PBB

20 Juni 2018

Pemerintahan Donald Trump memutuskan untuk menarik Amerika Serikat dari badan Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Dewan itu dinilai terlalu sering mengeritik Israel secara tidak adil.

https://p.dw.com/p/2ztCv
USA Washington Ankündigung Austritt aus UN-Menschenrechtsrat | Nikki Haley
Foto: Reuters/T.S. Jordan

Pemerintah Amerika Serikat resmi menyatakan keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa. Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley (foto artikel) dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menggelar konferensi pers di Washington hari Selasa (19/6) untuk mengumumkan langkah itu..

"Kami mengambil langkah ini karena komitmen kami tidak memungkinkan kami untuk tetap menjadi bagian dari organisasi yang munafik dan melayani diri sendiri," kata Nikki Haley.

Dia selanjutnya mengatakan: "Sudah terlalu lama Dewan Hak Asasi Manusia telah menjadi pelindung para pelaku pelanggaran hak asasi manusia."

Haley juga mengecam sikap bias Dewan HAM yang berbasis di Jenewa terhadap Israel. Hal serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Dia mengatakan, kecaman terhadap Israel "terus berlanjut dan tidak masuk akal."

USA Ankündigung Austritt aus UN-Menschenrechtsrat | Nikki Haley & Mike Pompeo
Menlu AS Mike Pompeo (kanan) dan Dubes AS untuk PBB Nikki Haley mengumumkan keluarnya AS dari Dewan HAM dalam konferensi pers di Washington, 19 Juni 2018Foto: Reuters/T.S. Jordan

Pompeo menambahkan: "Sejak pembentukannya, Dewan telah mengadopsi lebih banyak resolusi yang mengutuk Israel daripada seluruh dunia lain jika digabungkan." Pompeo menyatakan bahwa Dewan HAM dulu pernah memiliki "visi yang mulia," namun menandaskan: "Hari ini kita harus jujur... Dewan Hak Asasi Manusia adalah pembela hak asasi manusia yang buruk."

'Berita mengecewakan'

Komisaris Tinggi PBB untuk urusan HAM Zeid Ra'ad al-Hussein menyebut keputusan AS itu "mengecewakan" dan merupakan "kabar yang benar-benar mengejutkan". Dalam posting di akun Twitter Dewan HAM PBB, Zeid menulis: "AS seharusnya meningkatkan, bukannya melangkah mundur."

Senator AS Chris Coons dari kubu Demokrat mengatakan, langkah itu adalah "kesalahan serius" dan dapat melemahkan kepemimpinan AS di tataran global.

"Dewan Hak Asasi Manusia PBB tidak sempurna, tetapi menarik Amerika Serikat dari badan penting ini justru mengirimkan pesan jelas, bahwa pemerintahan Trump tidak berniat untuk memimpin dunia dalam isu hak asasi manusia," kata Coons.

Langkah yang 'kontraproduktif'

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut langkah itu sebagai "keberanian" dan menyebut Dewan HAM sebagai "sebuah organisasi yang bias, bermusuhan, anti-Israel dan yang telah mengkhianati misinya untuk melindungi hak asasi manusia."

12 organisasi HAM di AS termasuk Save the Children dan Freedom House menyatakan "prihatin" dengan kondisi Dewan HAM saat ini, namun menyesalkan langkah pemerintah AS.

"Keputusan ini kontraproduktif bagi kepentingan kebijakan luar negeri AS dan akan membuatnya lebih sulit mengedepankan isu hak asasi manusia dan membantu korban kekerasan di seluruh dunia," kata mereka dalam sebuah  pernyataan bersama.

hp/vlz (dpa, afp, rtr)