AS Perluas Sanksi Terhadap Iran | dunia | DW | 13.07.2012
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS Perluas Sanksi Terhadap Iran

Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan terhadap Iran untuk menggagalkan program nuklir Iran. Dan siapapun yang mendukung Iran harus menghadapi konsekuensi.

Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap 11 perusahaan dan empat orang, yang dituduh memiliki hubungan dangan program atom Iran, melakukan hubungan bisnis dengan Teheran, Garda Revolusi dan perusahaan pelayaran nasional Iran.

Sanksi-sanksi yang ditetapkan AS bersifat murni ekonomi, bertujuan untuk mencabut sumber dana utama milik perusahaan atau individu. Sebagai contoh, warga AS dilarang untuk melakukan kontak bisnis dengan Iran. Jika melanggar, aset mereka akan dibekukan.

Selain itu, Kementrian Keuangan AS juga telah mengidentifikasi beberapa perusahaan di luar AS, yang diduga melakukan bisnis dengan Teheran dan mendukung industri minyak Iran. Diantara perusahaan asing tersebut adalah Petro Suisse Intertrade Company dari Swiss, Hong Kong Intertrade Compani dan Noor Energy of Malaysia.

“Iran berada di bawah tekanan multi-lateral yang kuat,“ dikatakan Menteri Keuangan AS David Cohen. “Kita akan terus meningkatkan tekanan selama Iran menolak untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat internasional yang beralasan mengenai program atom Iran.“

Amerika Serikat dan Uni Eropa saat ini menerapkan embargo minyak terhadap Iran. Sebelum embargo minyak ini diberlakukan, perusahaan tanker nasional Iran telah mengubah nama dan bendera beberapa kapal mereka untuk menyiasati embargo tersebut.

Pihak Barat menuduh Iran berusaha membuat senjata nuklir dengan kedok program nuklir untuk tujuan sipil. Pemimpin di Teheran selalu membantah tuduhan ini dan bersikeras atas haknya untuk menggunakan energi nuklir bagi tujuan damai.

yf/ap (dpa/dapd/afp/rtr)

Iklan