AS Nantikan Pidato Bush | Fokus | DW | 10.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

AS Nantikan Pidato Bush

Semua stasiun telivisi di AS meyiarkan langsung pidato terpenting presidennya hari Kamis (11/1). Mampukah presiden meyakinkan rakyat AS untuk menambah tentaranya di Irak?

Pasukan tentara AS di Irak

Pasukan tentara AS di Irak

Di kota Louisville, negara bagian Kentucky, 3.000 kaos berkibar di pinggir jalan raya. Satu kaos dianggap mewakili setiap tentara Amerika Serikat yang tewas dalam Perang Irak. Aksi ini dilakukan masyarakat untuk mengenang tentaranya yang gugur dalam perang. Demikian kata seorang veteran Vietnam Harold Trainer:

"Kami berkumpul di sini untuk menyampaikan pesan pada pemerintahan, bahwa Perang Irak adalah kesalahan besar dan rencana pemerintah untuk menambah jumlah tentara di sana akan memperburuk situasi.“

Bersamaan dengan aksi di Lousiville, tim Presiden George W. Bush di Washington sedang sibuk-sibuknya menyiapkan pidato terpenting dalam karirnya. Presiden Bush hendak menanggapi sikap-sikap pesimis seperti sikap veteran Vietnam tadi sekaligus menerangkan kemungkinan ditambahnya jumlah tentara Amerika di Irak. Juru bicara Gedung Putih Tony Snow mengatakan, bahwa pidato Bush bisa dikatakan hampir lengkap. Pidato tersebut berjudul: "Jalan menuju ke depan.“ Selama 25 menit Presiden Bush akan berpidato. Selama itu, setiap stasiun telivisi di Amerika Serikat akan menghentikan program siarannya. Mereka akan menghitung jumlah rekor penonton. Padahal pidato yang bakal disiarkan hari Rabu (10/01) waktu setempat, merupakan pidato pembukaan saja. Demikian dituturkan juru bicara Gedung Putih Tony Snow :

"Bush tidak akan berpidato lalu hanya berpangku tangan. Kita akan mendengarkan lebih banyak lagi.“

Rencanananya, hari Kamis (11/01) besok Bush akan melanjutkan pidatonya di Fort Benning Georgia, di mana ia akan berbicara di depan tentara Amerika Serikat. Sebelumnya, awal minggu ini 30 anggota parlemen dipanggil untuk menghadap Bush di Gedung Putih. Mereka diberi arahan. Yang disampaikannya, mungkin akan lebih banyak tentara diterjunkan ke Irak, lebih banyak korban dan lebih banyak dibutuhkan kesabaran. Namun nampaknya kesabaran masyarakat Amerika Serikat sudah terkuras habis, terutama di kalangan Partai Demokrat. Senator Ted Kennedy mengatakan:

"Perang Irak adalah Perang Vietnamnya George Bush.“

Namun, sebelum Presiden Bush mempublikasikan strategi barunya, Partai Demokrat berhasil merancang hukum baru yang dapat menghalangi rencananya untuk mengirimkan lebih banyak tentara ke Irak. Rencana Bush untuk menambah tentaranya di Irak, sudah pasti. Pertanyaannya di sini: berapa jumlah tentara yang bakal dikirim lagi. Dari kubunya sendiri pun dukungan terhadap Bush semakin berkurang.

Mayoritas masyarakat Amerika Serikat menginginkan, agar tentaranya dipulangkan. Mereka menganggap Amerika Serikat sudah kalah dalam perang di Irak. Namun, Presiden Bush tetap berserikeras. Ia berupaya agar memperoleh kembali kepercayaan masyarakat Amerika Serikat untuk melanjutkan Perang Irak.