AS dan India Bahas Keamanan Regional | dunia | DW | 19.07.2011
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS dan India Bahas Keamanan Regional

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, menyerukan kerjasama lebih erat dalam bidang keamanan regional dan perdagangan. Seruan ini disampaikan pertemuan dengan pemimpin India hari Selasa (19/07).

default

Menlu AS Hillary Clinton

Dalam pertemuan, India menyampaikan kekhawatiran atas penarikan mundur pasukan Amerika dari Afghanistan. India khawatir penarikan pasukan tersebut akan mengganggu keamanan regional dan menguntungkan kelompok ekstrimis Islam di Pakistan yang bisa memanfaatkan situasi dan memperkuat pengaruh di Afghanistan. Selain masalah Afghanistan, India juga menyampaikan rencana untuk memperbaharui pembicaraan damai melalui dialog strategis dengan Pakistan yang akan berlangsung di ibukota India.

Clinton menggelar pembicaraan dengan penasihat keamanan India dan Menteri Luar Negeri. Setelah itu, Menteri Luar Negeri Amerika itu juga kemudian akan menggelar pembicaraan dengan Perdana Menteri Manmohan Singh. Dalam pertemuan, Clinton mengatakan ada tiga bidang dimana kedua negara bisa memperdalam apa yang dianggap Washington sebagai „Definisi Kemitraan abad-21“ yaitu bidang perdagangan dan investasi, kerjasama keamanan serta teknologi nuklir untuk kepentingan sipil.

Kunjungan Menteri Luar Negeri ini digelar pasca tragedi teror bom Mumbai yang menewaskan 19 orang dan melukai lebih dari 130 orang. Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Namun teror ini dikhawatirkan bakal merusak hubungan antara India dan Pakistan yang di masa lalu pernah nyaris terlibat perang karena tragedi teror Mumbai tahun 2008, yang dilakukan kelompok yang berbasis di Pakistan.

India dan Amerika, berbagi kecemasan yang sama atas aktivitas kelompok ekstrimis Islam di Pakistan. Hubungan antara Washington dengan Islamabad kini juga memburuk pasca penggerebekan atas gembong teroris Al Qaeda, Osama bin Laden. Padahal, selama ini Amerika menganggap Pakistan sebagai sekutu terpenting dalam perang melawan terorisme. Namun sejak terungkap, bahwa Osama bersembunyi di dekat perumahan elit militer di Pakistan, ketidakpercayaan kini muncul. Awal bulan ini, Washington menangguhkan pencairan sepertiga dari dana keamanan senilai 2,7 milyar Euro, yang setiap tahun biasanya diberikan kepada Pakistan.

Penulis: Andy Budiman

Editor : Hendra Pasuhuk