AS Borong Remdesivir, Jerman Katakan Punya Stok Cukup | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 02.07.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

wabah corona

AS Borong Remdesivir, Jerman Katakan Punya Stok Cukup

Menanggapi aksi borong AS, pemerintah Jerman hari Rabu (1/7) menyatakan punya cukup stok obat Covid-19, Remdesivir. Jerman mengatakan sudah menyiapkannya jauh-jauh hari.

Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan sudah jauh-jauh hari menyiapkan stok Remdesivir yang memadai untuk pengobatan pasien Covid-19 di Jerman. Seroang juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan kepada kantor berita Jerman DPA hari Rabu (1/7), Jerman "punya persediaan cukup”.

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan awal minggu ini, mereka telah memiliki perjanjian dengan perusahaan Gilead yang berkedudukan di California untuk menyiapkan sebagian besar produksi Remdesivir bagi warga AS untuk tiga bulan ke depan.

"Sedapat mungkin, kami ingin memastikan bahwa setiap pasien Amerika yang membutuhkan Remdesivir bisa mendapatkannya," kata Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar dalam sebuah pernyataan.

Departemen Kesehatan AS mengatakan mereka telah membeli lebih 90 persen Remdesivir yang akan diproduksi Gilead bulan Juli, dan sudah "mengamankan 500.000 unit Remdesivir” sampai September mendatang.

Gilead Sciences (picture-alliance/AP Photo/E. Risberg)

Perusahaan Gilead Science di Foster City, California

Harganya sampai 3100 dolar untuk sekali perawatan

Gilead hingga akhir Juni telah menyumbangkan obat ini kepada yang membutuhkan. Namun mulai 1 Juli obat itu dijual dengan harga berkisar dari 2300 sampai 3100 dolar AS per perawatan yang membutuhkan lima sampai enam unit. Satu unit Remdesivir dijual antara 390 sampai 520 dolar AS.

Dalam sebuah pernyataan hari Rabu, Gilead mengatakan bahwa setiap pasokan zang tidak dibutuhkan oleh AS akan dikirim ke negara lain. Perusahaan itu juga mengatakan akan "bekerja secepat mungkin" untuk memungkinkan „akses di seluruh dunia.'

Gilead mengembangkan Remdesivir selama bertahun-tahun sebagai pengobatan antivirus, terutama pengobatan penyakit Ebola, dengan bantuan jutaan dolar dana dari pemerintah AS. Gilead mengatakan, pasokan Remdesivir akan meningkat pada akhir September untuk memenuhi permintaan global setelah itu. 

Kelompok konsumen Public Citizen memperkirakan bahwa setidaknya $ 70 juta dana publik AS digunakan untuk mengembangkan remdesivir. Gilead mengatakan pihaknya memperkirakan akan menghabiskan lebih dari $ 1 miliar pada akhir tahun untuk pengujian dan pembuatan remdesivir.

Belum ada izin penjualan di Uni Eropa

Di Eropa, penjualan Remdesivir masih menunggu izin resmi dari Komisi Eropa dan rencananya akan dipasarkan dengan merek Veklury. Keputusan Uni Eropa diharapkan keluar minggu ini. Uni Eropa juga sedang merundingkan pembelian obat itu dari perusahaan Gilead untuk 27 negara anggotanya.

Minggu yang lalu, otoritas obat-obatan Eropa EMA mengizinkan penggunaan obat tersebut di Eropa hanya dalam kasus-kasus tertentu. Di AS dan Jepang obat ini sudah digunakan untuk pengobatan Covid-19.

Gilead mengatakan mereka nanti akan memberi izin kepada negara-negara miskin untuk memproduksi obat generik yang harganya lebih murah.

hp/yf (dpa, afp, ap)