AS Ancam Balas Kebijakan Pajak Prancis Atas Perusahaan Digital Besar | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 03.12.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Perang Dagang

AS Ancam Balas Kebijakan Pajak Prancis Atas Perusahaan Digital Besar

AS mengancam kenaikan tarif hingga 100% pada impor Prancis, termasuk anggur dan keju, sebagai pembalasan atas pajak digital Prancis, yang ditujukan kepada perusahaan IT raksasa seperti Google, Amazon dan Facebook.

Setelah parlemen Prancis meloloskan aturan pajak digital bagi perusahaan teknologi besar, AS memperingatkan akan melakukan langkah balasan dengan tarif impor baru pada barang-barang dari Prancis.

Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan hari Senin (2/3), tarif itu bisa dikenakan pada barang-barang impor senilai 2,4 miliar dolar. Yang jadi target antara lain keju, anggur, dan tas modis.

Para pejabat AS mengatakan mereka akan mengadakan dengar pendapat mengenai rencana itu pada 7 Januari mendatang.

Pajak digital Prancis bertujuan mencegah perusahaan-perusahaan teknologi menghindari pajak di negara-negara Uni Eropa. Langkah itu akan menyasar sekitar 30 perusahaan dari berbagai negara, termasuk Cina, Jerman, dan Inggris. Namun, sebagian besar perusahaan yang ditargetkan adalah yang berbasis di AS, termasuk Google, Amazon dan Facebook.

Käse (Colourbox/S. Goruppa)

Keju Prancis adalah salah satu komoditi ekspor yang penting

'Luar biasa memberatkan' perusahaan AS

Pemerintah AS sejak lama mengecam rencana pajak digital. Namun konsultasi antara Washington dan Paris tidak membuahkan banyak hasil. Senat Prancis akhirnya menyetujui pajak digital bulan lalu. UU baru itu memberlakukan pungutan tahunan 3% pada pendapatan perusahaan besar di Prancis dan berlaku surut mulai awal 2019. Pajak digital hanya dikenakan pada bisnis dengan omset global tahunan lebih dari 750 juta euro dan lebih dari 25 juta euro di Prancis.

Kantor Perwakilan Perdagangan AS dalam sebuah pernyataan mengatakan, mereka telah menyelidiki tindakan itu dan menyimpulkan bahwa pajak tersebut "sangat memberatkan perusahaan-perusahaan AS".

Karena itu mereka "mengirimkan sinyal yang jelas bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan terhadap rezim pajak digital yang mendiskriminasi atau memaksakan beban yang tidak semestinya pada perusahaan AS," kata pejabat Perwakilan Perdagangan AS, Robert Lighthizer.

Kantor perdagangan juga memperingatkan "proteksionisme yang tumbuh" di Eropa yang "mengorbankan AS".

Robert Lighthizer juga mengatakan, pemerintahan AS mempertimbangkan langkah tegas yang sama untuk pajak serupa di Austria, Italia, dan Turki.

hp/ml   (rtr, afp, ap)

 

Laporan Pilihan