Arsitektur Cerdas yang Sokong Kesembuhan | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 19.09.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Kesehatan

Arsitektur Cerdas yang Sokong Kesembuhan

Bangunan bisa dibuat dengan tujuan mendorong kesembuhan dan kesehatan mental penderita dan keluarga penderita kanker. Itulah tujuan konsep Maggie's Center.

Gambar menunjukkan orang duduk di kursi dekat meja, dan dikelilingi banyak tanaman

Ruang nyaman penuh tanaman

Maggie's Center adalah lokasi, di mana penderita kanker dan keluarga mereka mendapat dukungan, baik dari segi pengobatan, maupun kejiwaan. Misalnya yang berlokasi di kota Leeds, Inggris. 

Gedung itu adalah bagian dari sebuah kompleks rumah sakit, tetapi tampak sangat berbeda dari gedung-gedung lainnya. Arsitektur dan dekorasi interrior dengan garis-garis melengkung diciptakan untuk memberikan perasaan tenang bagi pasien dan pengunjung.

Tempat yang berikan ketenangan

Kepala Maggie’s Center di Leeds, Amanda Procter mengungkap, jika orang datang ke tempat yang cantik itu, mereka merasa aman dan tenang. Jauh dari area klinis sebuah rumah sakit. “Seorang pengunjung pernah mengatakan, rasanya seperti selimut berbulu hangat yang melindungi orang,” tutur Amanda Procter.

Tonton video 04:06

Interior Yang Percepat Proses Kesembuhan


 
Di bagian dalam ruang-ruangnya yang mendominasi adalah bahan-bahan alamiah dan cahaya yang hangat. Pojok-pojok dan area untuk duduk mengundang orang untuk mengobrol dengan tenang.

Kayu pohon cemara yang digunakan untuk interior berasal dari hutan yang dijaga kelestariannya. Dinding-dinding dibuat dari bahan berpori seperti batu kapur, dan membuat pertukaran udara bisa berjalan lancar.

Tempat yang tawarkan “pelukan”

Di bagian tengah gedung ada ruang besar yang terbuka. “Memang penyakit kanker kerap dibicarakan hanya dengan orang-orang kepercayaan. Tapi ruang ini membuat orang merasa bisa terbuka, dan berbicara mengenai kanker,“ kata Amanda Procter. Selain itu ada juga ruang-ruang lebih kecil yang dirancang sedemikian rupa sehingga tidak memiliki sudut. Oleh sebab itu jika orang masuk, orang akan merasa seperti dipeluk.

Celia Knight adalah salah satu orang yang sudah merasakan mendapat dukungan di Maggie's Center. Suaminya menderita kanker. Ia harus selalu mengantar suaminya ke rumah sakit, karena dia tidak bisa lagi menyetir mobil. Ia bercerita, “Sebagai tempat yang nyaman, Maggie's Center jadi tempat yang sangat menyokong saya, selama menunggu suami saya.”

Arsitektur yang dukung kesehatan mental

Maggie's Center di kota Leeds didirikan arsitek terkenal Inggris, Thomas Heatherwick tahun 2020. Rancangannya tampak seperti pot raksasa untuk tanaman. Penempatan tanaman di bagian dalam dan luar gedung punya makna penting. Bagi Heatherwick, arstitektur dan desain memegang peranan penting, dalam hal kesehatan mental.

Thomas Heatherwick bercerita, “Bagi kami ini hal menarik, karena salah satu topik penting di zaman sekarang adalah, bagaimana gedung mempengaruhi seseorang secara emosional.“ Banyak gedung sudah gagal memberikan perasaan positif dalam 100 tahun terakhir, katanya sambil menabahkan, “Tentu pusat pengobatan kanker jadi tempat yang sangat perlu perhatian dalam hal emosi dan perasaan.“

Sejumlah arsitek terkenal membuat rancangan gedung Maggie's Center lainnya.
Maggie's Center di Dundee, Skotlandia, misalnya, dirancang oleh Frank Gehry. 
Yang di Manchester dibuat Norman Foster, dan yang di Glasgow adalah karya Rem Koolhaas.

Idenya dari seorang penderita kanker

Manajer eksekutif Dame Laura Lee sudah bekerja di Maggie's Center sejak didirikan, lebih dari 25 tahun lalu.

Ia menjelaskan, Maggie's Center yang pertama dicetuskan idenya oleh Maggie Keswick Jencks. Ia adalah penderita kanker payudara. Ia dulu mengindentifikasi sejumlah aspek dalam perawatan penderita kanker, yang tidak disediakan sistem kesehatan Inggris. Maggie's Center yang pertama dibuka setelah Maggie meninggal dunia. 

“Ketika kami diminta ikut serta dalam pendirian gedung di lokasi-lokasi lain, teman-teman Maggie, yang kebetulan arsitek terkenal Frank Gehry, Richard Rogers dan Norman Foster, menawarkan untuk memberikan bantuan merancang gedung di lahan-lahan rumah sakit lain,“ papar Maggie Keswick Jencks.

Arsitek Amerika Daniel Libeskind akan mendirikan Maggie's Center berikutnya di London. Itu yang ke-25 di Inggris. Maggie's Center jadi contoh jelas, bahwa arsitektur bisa menolong dalam mendorong proses kesembuhan. (ml)