Argentina Sambut Vonis Terhadap Mantan Anggota Junta Militer | Fokus | DW | 06.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Argentina Sambut Vonis Terhadap Mantan Anggota Junta Militer

Argentina mulai bergulat menentang status pengampunan bagi mantan anggota Junta Militer.

Diktatur Militer Argentina, Jorge Vadela

Diktatur Militer Argentina, Jorge Vadela

Pemerintah Argentina menyambut baik keputusan pengadilan yang mencabut pengampunan bagi para anggota Junta Militer. Buenos Aires menilai keputusan tersebut sebagai langkah penting untuk mengadili pelaku tindak kejahatan kemanusiaan.

Dengan keluarnya keputusan itu, kini para aktor militer dan sipil yang terlibat dalam pembantaian selama kediktaturan militer (1976-1983) dapat diajukan ke meja hijau. Demikian pernyataan juru bicara pemerintah Argentina pada hari rabu di Buenos Aires.

Sebelumnya pengadilan telah mengumumkan, bahwa status pengampunan yang didapat oleh bekas kepala Junta militer, Jorge Videla sebagai sesuatu yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Argentina.

Tidak hanya itu, mantan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Ekonomi, Albano Harguindeguy dan Jose Martinez de Hoz, juga diwajibkan mempertanggungjawabkan kejahatannya di hadapan pengadilan. Kedua menteri tersebut dituduh ikut terlibat dalam penculikan dua orang oengusaha.

Status pengampunan terhadap mantan anggota junta militer sendiri telah diumumkan bertentangan dengan undang-undang dasar sejak tahun lalu. Namun ketika itu hanya satu keputusan pengadilan yang dijatuhkan.

Menurut data yang dikeluarkan organisasi HAM, sedikitnya 30.000 orang meninggal atau dibunuh selama masa kediktaturan junta militer. Sejumlah LSM di Argentina mengaku, masih menunggu 1000 proses pengadilan lainnya.