Diduga Kudeta Raja Salman, Dua Pangeran Arab Saudi Ditahan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 07.03.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Arab Saudi

Diduga Kudeta Raja Salman, Dua Pangeran Arab Saudi Ditahan

Saudara raja Arab Saudi dan salah satu keponakannya dilaporkan ditahan pada Jumat (06/03) pagi atas tuduhan rencana kudeta terhadap Raja Salman dan putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Pejabat pemerintah Arab Saudi dilaporkan menahan dua anggota senior keluarga kerajaan dengan tuduhan kudeta. Mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya, media Wall Street Journal melaporkan bahwa petugas pengadilan kerajaan telah menahan saudara raja, yaitu Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al Saud, dan salah satu keponakannya, Pangeran Mohammed bin Nayef. Keduanya ditangkap di rumah mereka.

Mohammed bin Nayef, sebelumnya adalah seorang tokoh kuat yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kontraterorisme Arab Saudi. Dia sempat menjadi putra mahkota hingga tahun 2017. Namun Raja Salman kemudian mengambil gelar itu darinya dan menempatkan putranya sebagai putra mahkota agar tetap mendapat dukungan dari sekutu lama, Amerika Serikat.

Putra mahkota saat ini, yang bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan sehari-hari di kerajaan, banyak dipuji dunia Barat karena melaksanakan reformasi sosial. Namun ia juga menuai kritik karena tindakan kerasnya terhadap warga yang dianggap sebagai pemberi kritik atas kebijakannya.

Para pejabat pemerintahan Arab Saudi tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada hari Sabtu (07/03) pagi. Kantor media pemerintah Saudi juga tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.

Tuduhan usaha kudeta

Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman diberitakan tidak begitu populer di antara beberapa anggota utama keluarga kerajaan karena telah memperketat cengkeramannya pada kekuasaan. Beberapa orang juga mempertanyakan kemampuannya untuk memimpin menyusul pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun 2018 lalu, serta serangan bersar-besaran terhadap infrastruktur minyak milik Saudi pada 2019.

Sumber mengatakan bahwa para bangsawan berusaha mengubah garis suksesi pemerintahan dengan mempertimbangkan Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al Saud, satu-satunya saudara lelaki Raja Salman yang masih hidup. Dia dinilai sebagai pilihan yang mungkin yang akan mendapat dukungan dari anggota keluarga, aparat keamanan, dan kekuatan Barat.

Namun sumber yang berasal dari orang dalam dan diplomat Barat di Arab Saudi mengatakan bahwa keluarga kerajaan tidak mungkin menentang putra mahkota selama raja masih hidup. Mereka mengatakan bahwa raja tidak mungkin berbalik melawan putra kesayangannya itu.

Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al Saud hidup jauh dari sorotan sekembalinya ke Riyadh setelah berada di luar negeri selama 2,5 bulan. Dia juga diberitakan sebagai salah satu dari tiga orang di Dewan Kesetiaan yang pernah menentang mengangkatan Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota.

Sementara itu, pergerakan Pangeran Mohammed bin Nayef telah dibatasi dan dipantau sejak saat penahanan, kata seorang sumber.

ae/ts (AP, reuters)

Laporan Pilihan