Apa Kata Netizen Soal Motor di Jalan Bebas Hambatan? | Sosial | DW | 30.01.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Masalah Lalu Lintas

Apa Kata Netizen Soal Motor di Jalan Bebas Hambatan?

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengusulkan diadakannya ruas khusus di jalan bebas hambatan untuk motor. Disebut-sebut juga, hal ini sudah lumrah di beberapa negara lain. Bagaimana pendapat Anda?

BdT Elektro-Polizeimotorräder in Osnabrück (picture-alliance/dpa/F. Gentsch)

Polisi pengendara sepeda motor di Jerman

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutarakan usulan agar memperbolehkan motor masuk ke jalan bebas hambatan. Direncanakan nantinya akan ada ruas khusus untuk sepeda motor. Apakah jalan tol nantinya akan tambah sempit dan padat? Bagaimana jika kecelakaan jadi bertambah banyak? Netizen ramai memberikan tanggapan lewat media sosial.

Misalnya @Budi02274328 yang mengutarakan lewat Twitter:
"Sekalian tukang tambel ban sama tukang kopi. Jangan lupa tukang gorengan masukin" 

@manormonforsal juga memprotes dengan mengatakan: 
"Ya luar negeri bole, di luar negeri motor di itung jari, di sini udah kayak semut motornya..."
 

Selain warga biasa, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) juga menilai langkah ini tidak benar dan harus ditolak. Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi bahkan mengatakan wacana itu menggelikan.

@Exis78 memberikan komentar sejalan dengan YLKI dengan berujar:
"Mau jalan tol jd semrawut? Mau menambah kecelakaan lalin? Pemotor saat ini banyak yg semaunya sendiri dan gak paham peraturan LL. Perlu dikaji ulang rencana tersebut, jgn sampai nabrak regulasi yg ada."

Ditambah lagi, tidak semua pengguna motor menilai ini ide yang bagus. 

@Ichang76 mengatakan:
"Gak masuk tol aja udah semrawut, gimana #MotorMasukTol ? Gue mah sebagai pengguna motor gak setuju. #TolakMotorMasukTol"
 

 

Sumber: Twitter, ed.: ml/hp