Apa Kata Media Internasional tentang Debat Capres dan Cawapres? | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 18.01.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Pilpres 2019

Apa Kata Media Internasional tentang Debat Capres dan Cawapres?

Sejumlah media asing mengikuti jalannya debat televisi pertama antara pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga, dan memberikan tanggapan.

Sejumlah media asing mengamati jalannya debat televisi pertama antara pasangan calon nomor 01, petahana Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, serta pasangan nomor 02, Prabowo-Sandi. Debat televisi Kamis malam kemarin (17/01/2019) adalah debat pertama dari lima debat televisi yang direncanakan akan digelar sebelum dilangsungkannya pemberian suara tanggal 17 April 2019.

Setelah mengamati jalannya debat secara langsung, media Australia ABC berkomentar: Pasangan calon nomor 01, masih jelas unggul di atas nomor 02. Namun Jokowi menghadapi tantangan besar dari pesaing yang ia kalahkan dalam pemilu tahun 2014. Jokowi sekarang juga dinilai lebih agresif dibanding dengan lima tahun lalu. Selain itu, petahana dinilai lebih handal dalam bertanya dan memberikan jawaban dalam hal korupsi serta ketidaksetaraan gender. 

The Sydney Morning Herald menganalisa debat yang berlangsung Kamis malam dan menulis: Kedua calon presiden dan calon wakil presiden tampak seperti robot dan jawaban yang diberikan sepertinya sangat diperhitungkan karena tidak mau mengambil risiko. Berkaitan dengan itu, komentator harian itu juga mengkritik sistem debat, di mana para calon sudah mendapatkan kisi-kisi semua pertanyaan seminggu sebelum debat, sehingga sudah dapat mempersiapkan diri. Namun demikian, rakyat yang menonton debat tidak mendapat informasi lebih banyak dari jawaban para calon.

Sydney Morning Herald menyimpulkan: "Debat berakhir tanpa adanya gagasan besar yang  baru dari para calon, dan hanya ada sedikit informasi baru tentang kebijakan yang mungkin akan mereka tempuh, jika menang. Mungkin, oleh sebab itu juga, kedua calon presiden tidak mendapat inspirasi untuk memberikan komentar positif tentang saingannya, ketika diberi kesempatan. Harian Australia itu juga menyinggung, ini mungkin kesempatan terakhir bagi Prabowo Subianto untuk bisa meraih kursi presiden.

Media Singapura, The Straits Times terutama menilai, isu-isu yang jadi topik utama debat adalah isu-isu penting yang tepat untuk diangkat. Tetapi sayangnya kedua kubu tidak memberikan rincian lebih banyak ketika menjawab pertanyaan, sebaliknya hanya memberikan jawaban secara umum.

The Strait Times dan sejumlah media asing lainnya menyoroti performa Ma'ruf Amin yang dinilai tidak menunjukkan prestasi gemilang. Sydney Morning Heral mengomentari Ma'ruf Amin yang katanya perlu waktu hampir satu jam sebelum mulai berbicara untuk menjawab pertanyaan dari panelis.

ml/as (dari berbagai sumber)

 

Laporan Pilihan

Iklan